Mengkonfirmasi Breakout dengan 3 Indikator

0
6
Breakout

Trader forex menggunakan strategi dan garis waktu saat mereka menganalisis forex charts atau grafik. Baik pola grafik maupun indikator dapat digunakan untuk mengevaluasi peluang trading tergantung pada preferensi anda dan aktivitas harga yang terjadi di grafik. Dalam mengidentifikasi penembusan harga atau breakout, beberapa indikator teknis dapat membantu menentukan awal breakout.

Sebelum kita membahas indikator teknis apa untuk mengkonfirmasi penembusan harga, mari kita memahami bagaimana breakout dimulai.

Memahami Breakout

Garis resistance dan support menyediakan kerangka kerja yang andal untuk memahami pergerakan harga dan menganalisis peluang trading.

Ketika harga bergerak melampaui garis resistensi, itu mewakili breakout dan banyak trader ingin memanfaatkan price action ini. Breakout adalah penyimpangan dari pergerakan harga yang terikat kisaran dan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor.

Namun, yang penting bagi trader adalah bagaimana mengidentifikasi penembusan ini dan menyadari perbedaan antara peringatan palsu dan breakout sebenarnya yang menawarkan potensi profit.

Untuk memahami pergerakan harga dan mengidentifikasi peluang trading yang menguntungkan, sebagian besar trader beralih ke indikator  yang dapat membantu mereka mengevaluasi kemungkinan breakout.  Berikut adalah tiga indikator forex yang banyak digunakan untuk mengkonfirmasi breakout.

1. Moving Average Convergence/Divergence (MACD)

Moving Average Convergence/Divergence (MACD) adalah tools populer untuk mengevaluasi perubahan harga yang terjadi dengan cepat, yang membantu trader memahami momentum dibalik breakout.

Melalui penggunaan histogram, trader dapat melihat kecepatan perubahan harga saat pergerakan harga mendekati garis resistensi dan menembus di atasnya. Dengan MACD, trader bahkan dapat melihat kemungkinan penembusan sebelum harga menyentuh garis resistensi, berdasarkan tingkat percepatan pasangan mata uang.

Selain membantu menemukan penembusan, MACD juga dapat membantu trader untuk mengetahui kapan harus menutup posisi mereka berdasarkan momentum yang melambat, yang dapat mengindikasikan pembalikan harga yang akan datang.

Karena histogram yang digunakan untuk melacak momentum mulai stabil atau bahkan menunjukkan pembalikan atau reversal, trader harus mempertimbangkan untuk menempatkan perintah stop-loss atau menutup posi untuk memaksimalkan pendapatan.

2. Bollinger Bands

Bollinger band terdiri dari tiga garis, yitu simple moving average (SMA) 20 hari dan garis paralel yang mewakili dua standard deviations di kedua arah dari SMA.

Trader menggunakan band luar ini untuk mengidentifikasi harga ekstrem yang cenderung mengarah pada reversal breakout, Ketika harga bergerak di luar salah satu dari pita luar, ini dianggap sebagai posisi harga ekstrem yang cenderung memicu penembusan pembalikan atau reversal breakout.

Trader dapat menggunakan Bollinger band hanya dengan membuka posisi pada pasangan mata uang setiap kali harga melintasi salah satu band. Untuk mengukur kemungkinan momentum penembusan ini, anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan MACD atau Relative Strength Index(RSI) bersama dengan Bollinger band.

3. Relative Strength Index

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator teknis yng tetap relevan saat anda mengevaluasi potensi penembusan. RSI menggunakan skala 100 poin untuk menganalisis tren pembelian dan menentukan apakah kondisi pasangan mata uang overbought atau oversold.

Ketika kondisi overbought atau oversold berkembang, ini menawarkan indikasi kuat bahwa penembusan harga akan segera terjadi, yang dapat mengingatkan trader akan potensi reversal akibat koreksi market.

Ketika RSI turun di bawah 30, misalnya, umumnya dianggap oversold dan ini dapat menandakan lonjakan permintaan yang akan datang untuk pasangan mata uang tersebut yang dapat menyebabkan penembusan. Demikian pula, jika RSI di atas 70, kondisi dianggap overbought dan kemungkinan penurunan harga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here