3 Indikator Terbaik Untuk Trader Forex Pemula

0
9
trader forex

Trader forex biasanya menggunakan tiga jenis analisis dalam melakukan trading forex. Pilihan analisis tergantung pada sejumlah faktor seperti kepribadian trader, preferensi, gaya trading, dan banyak lagi.

Berdasarkan faktor-faktor ini, trader memilih antara analisis fundamental, teknis, dan sentimen. Namun demikian, untuk memaksimalkan nilai investasi dan mendapatkan pengalaman trading terbaik, trader forex dianjurkan untuk menggunakan ketiga analisis tersebut.

Namun, dibawah ini sukatrading akan memfokuskan perhatian hanya pada analisis teknis. Di mana analisis fundamental dan sentimen mungkin lebih mudah dilakukan, sementara analisis teknis menjadi tantangan bagi trader forex pemula.

Tiga indikator terbaik yang dapat digunakan trader forex pemula 

1. Relative Strength Index (RSI)

trader forex
Contoh penerapan indikator Relative Strength Index (RSI) di MetaTrader 4

Relative Strength Index mengacu pada indikator dasar yang digunakan untuk memahami apakah suatu pasangan mata uang itu oversold atau bahkan overbought. Kondisi pembacaannya diskalakan dari 0 hingga 100.

Bagaimana cara menggunakan Relative Strength Index?

Jika pembacaan pada indikator menunjukkan di atas 70, maka anda dapat menyimpulkan bahwa harga sudah overbought.

Sebaliknya, pembacaan di bawah 30 akan menandakan bahwa harga oversold. Indikator ini sangat mirip dengan Stochastic, dan terkadang berfungsi sebagai konfirmasi tambahan untu harga pasangan mata uang.

2. Stochastic

trader forex
Contoh penerapan Stochastic di MetaTrader 4

Indikator Stochastic akan membantu anda menentukan arah harga selanjutnya. Sama seperti RSI, indikator ini akan memberi tahu anda apakah harga pasangan mata uang sudah overbought atau oversold. Juga, pembacaan pada Stochastic muncul dari 0 hingga 100.

Bagaimana cara menggunakan Stochastic?

Dengan indikator Stochastic, pembacaan di atas 80 menunjukkan bahwa harga pasangan mata uang sudah overbought. Di sisi lain, pembacaan di bawah 20 menyiratkan bahwa harga oversold.

Untuk memanfaatkan indikator ini sepenuhnya, anda perlu mencari lingkungan overbought dan oversold di market. Jika skala indikator menunjukkan overbought, anda harus mengambil posisi short karena kemungkinan besar harga akan turun.

Meskipun RSI dan Stochastic sangat mirip, keduanya memiliki konfigurasi yang berbeda. Anda dapat menggunakannya sesuai keinginan dengan membandingkan hasil keduanya dan menganalisisnya.

3. Moving Average

trader forex
Contoh penerapan Moving Average di MetaTrader 4

Moving Average mungkin adalah indikator teknis paling sederhana untuk trader forex pemula. Indikator ini membantu anda memahami tren dengan lebih mudah, terlepas dari apakah itu tren turun, tren naik, atau ranging.

Bagaimana cara menggunakan indikator Moving Average?

Moving Average memungkinkan untuk mengatur pengaturan indikator untuk mengubah kelancaran garis. Semakin halus garisnya semakin lambat reaksinya terhadap aksi harga / price action.

Kita dapat membedakan antara dua jenis Moving Average, yaitu simple moving averages (SMA), dan exponential moving average (EMA). SMA biasanya jauh lebih lancar. Namun, EMA memiliki lebih banyak fokus pada aksi harga saat ini, sehingga menjadi indikator yang lebih mutakhir.

Saat mulai menggunakan Moving Average, anda perlu mengujinya terlebih dahulu. Anda perlu mengubah pengaturan untuk setiap pasangan mata uang untuk menyesuaikan dengan volatilitas dan pergerakan harga di setiap market forex.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here