4 Indikator Forex Untuk Strategi Scalping

0
7
Strategi Scalping

Apa indikator forex untuk strategi scalping?

Scalping untuk diketahui merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh trader forex untuk mengumpulkan sedikit profit saat harga berubah. Trader memasuki setiap tradingan dan keluar dalam waktu singkat.

Trader ini menggunakan berbagai strategi dan indikator scalping untuk meraih profit. Scalping bisa dikatakan cara yang “menakutkan” karena melibatkan banyak emosi dan mengharuskan trader mengambil keputusan dalam hitungan detik.

Tanpa membuang waktu, mari kita lihat beberapa indikator forex  yang dapat diterapkan saat kita trading dengan strategi scalping.

1.Scalping dengan Moving Average

Moving Average adalah salah satu indikator yang digunakan trader untuk semua strategi. Banyak trader yang menyukainya dalam strategi scalping karena fleksibilitas dan kemudahannya saat digunakan.

Moving Average adalah salah satu indikator forex terbaik untuk strategi scalping karena berfungsi pada semua jangka waktu / timeframe. Yang dibutuhkan hanyalah kombinasi dari berbagai Moving Average.

Untuk memanfaatkan indikator forex ini untuk strategi scalping, anda dapat menggunakan tiga simple moving averages  5, 8, dan 13 periode. Kerangka waktu / timeframe terbaik adalah pada grafik 2 menit karena membantu menentukan kekuatan tren saat ini. Ini berfungsi untuk posisi jual dan beli jika anda mengikuti tren.

Strateginya cukup mudah dipahami oleh pemula. Tujuannya adalah  memeriksa kapan moving averages  5-8-13 sejajar. Hal berikutnya yang harus dilihat adalah arah moving average. Itu jika candlestick berada di bawah atau di atas moving average. Jika candlestick berada di atas, maka anda harus berpikir untuk memasuki posisi beli, dan jika turun, maka posisi jual. Harga harus terpaku pada moving averages 5 atau 8. Namun jika harga menembus moving average 18, maka ini menandakan adanya perubahan momentum.

2. Indikator Stochastic

Bagi trader scalper, indikator stochastic merupakan salah satu pilihan terbaik karena membantu trader mengetahui pergerakan harga yang sebenarnya. Indikator stochastic sangat berbeda dari Bollinger band atau Moving Average. Indikator ini digunakan dalam kombinasi dengan indikator lain untuk mendapatkan profit.

Trik menggunakan indikator stochastic untuk strategi scalping adalah dengan menggabungkannya dengan moving average (SMA 200). SMA 200 bertindak sebagai garis pemisah, yang berfungsi sebagai perbatasan di market bullish atau bearish. Jangka waktu untuk strategi scalping ini adalah jangka waktu 5 menit. Yang dibutuhkan memasukkan indikator stokastik dengan parameter – 5, 3, 3, dalam kombinasi dengan SMA 200.

Untuk masuk ke sinyal beli, stochastic harus berpotongan di bawah level tanda 20. Dan untuk sinyal jual, itu harus di atas level tanda 80.

3. Parabolic SAR

Parabolic SAR (Stop and Reverse) menjadi salah satu indikator forex untuk strategi scalping yang membantu menunjukkan tren. Setiap kali SAR parabola naik, berarti market sedang dalam tren turun dan sebaliknya untuk tren turun. Posisi SAR baik di bawah atau di atas harga untuk menunjukkan dimulainya potensi retracement.

Sebagian besar trader menggunakan indikator Parabolic SAR untuk memastikan momentum pasangan mata uang dan menemukan yang terbaik untuk memasukkan stop-loss.

Waktu terbaik menggunakan indikator ini untuk strategi scalping adalah ketika market menampilkan tren yang stabil. Namun demikian, trader menggunakan momentum dan pola candle lain untuk mendapatkan kekuatan tren yang tepat.

4. Bollinger Bands

Indikator terakhir untuk strategi scalping adalah Bollinger Bands. Untuk menggunakannya secara efektif, anda perlu menerapkan periode 12 dengan deviasi 2 menggunakan jangka waktu 5 menit.

Kapanpun harga menyentuh band bawah dari indikator Bollinger band, anda harus membeli. Selanjutnya, jika harga mencapai band atas, anda harus menjualnya. Selalu ingat untuk menggunakan stop loss dan take profit point jika tradingan bertentangan dengan analisis anda.

Setiap indikator memiliki kekurangan dan indikator Bollinger Bands bukanlah pengecualian. Strategi ini bekerja paling baik jika market berkisar atau bergerak ke samping. Jika memutuskan untuk mencobanya di market yang sedang tren, hasilnya tidak akan menyenangkan.

Terlepas dari indikator yang anda putuskan untuk digunakan dalam scalping, penting menguji strategi ini sebelum mencobanya di akun real.  Uji ulang strategi dan temukan yang sesuai untuk anda. Selain itu, ikuti manajemen risiko dan strategi tradin dapat mempengaruhi keberhasilan scalping anda di market forex.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here