6 Badan Pengatur Forex Dunia Termasuk di Indonesia

0
10
Badan Pengatur Forex

Aktivitas trading diatur oleh badan pengatur forex di berbagai negara. Setiap negara memiliki badan pengatur yang tugasnya mengawasi pengoperasian berbagai hal di dunia forex dan pasar keuangan.

Badan-badan ini berfungsi sebagai badan pengawas untuk memastikan bahwa pelaku trading forex mematuhi peraturan sesuai dengan aturan yang ditentukan.

Badan regulasi juga bertanggung jawab untuk mengevaluasi broker dan mengaturnya pada serangkaian proses audit dan review untuk memastikan kepatuhan dan operasi yang memenuhi standar industri forex.

Forex memberikan potensi keuntungan bagi para trader dan investor di seluruh dunia. Meski memiliki potensi keuntungan yang besar, ada saja oknum-oknum scam. Akibatnya, market forex dipenuhi oleh banyak broker forex scam yang melakukan aktivitas yang tidak diatur. Hal ini membuat regulator membuat kontrol ketat di seluruh industri forex.

Sehubungan dengan itu, hal utama yang perlu dipertimbangkan sebagai trader forex ketika memutuskan memilih broker forex untuk trading adalah apakah mereka berlisensi dan seberapa bereputasi organisasi yang melisensikan mereka. Nah, dibawah ini ada beberapa badan pengatur forex di dunia termasuk juga di Indonesia.

Enam badan pengatur forex di dunia dan Indonesia

1. Commodities Futures Trade Commission (CFTC)

Amerika Serikat memiliki market keuangan terbesar secara global, dan market forex hanyalah salah satu komponennya. Negara ini juga memberlakukan peraturan paling ketat di market forex.

Aktivitas trading forex  di AS berada di bawah kendali Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Badan ini dibentuk pada tahun 1974 untuk melindungi trader berjangka dan komoditas.

Badan ini juga melindungi trader forex karena futures termasuk pasar mata uang. CFTC telah melalui banyak transformasi dalam upaya untuk meningkatkan kondisi trading dan mengembangkan space  yang adil bagi semua pelaku market.

2. National Futures Association (NFA)

NFA adalah organisasi yang dikembangkan pada tahun 1982 untuk mengatur market berjangka di AS. NFA beroperasi secara independen dan merupakan organisasi swadaya. Aktivitas NFA dipantau oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yang merupakan lembaga pemerintah yang membawahi industri berjangka AS.

National Futures Association (NFA) bertindak sebagai perpanjangan dari CFTC dan mengawasi broker forex terhadap standar keuangan.

National Futures Association (NFA) mengurangi leverage maksimum untuk akun trading  forex dari 500: 1 atau 1000: 1 menjadi serendah 50: 1 dan hanya membuka pintu bisnis untuk peserta market yang memenuhi syarat.  Tidak ada perusahaan yang dapat beroperasi tanpa menjadi anggota NFA, disaring oleh organisasi dan mematuhi standar dan peraturan NFA.

3. Financial Conduct Authority (FCA) Inggris atau FSA (The Financial Services Authority)

Eropa menjadi kawasan terbaik di dunia yang bersahabat dengan broker forex sekaligus memastikan dana para trader aman.

Terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi oleh negara-negara anggota seperti yang diatur dalam MiFID, semua negara anggota memiliki badan pengatur lokal masing-masing dengan peraturan dan ketentuan.

Inggris Raya misalnya, mengadopsi dan menerapkan praktik inovatif untuk mengatur industri forex mereka. Financial Conduct Authority (FCA) Inggris Raya bertanggung jawab mengatur, mengawasi, menyelidiki, dan menegakkan peraturan yang memandu pasar keuangan, termasuk industri forex.

Sementara itu, MiFID adalah singkatan dari Markets in Financial Instruments Directive.  MiFID adalah wujud komitmen Uni Eropa terhadap pasar bebas untuk layanan keuangan yang memudahkan broker di satu negara menjalankan bisnis di negara anggota UE.

MiFID juga menguraikan persyaratan modal minimum dan pemisahan wajib dana klien dan perusahaan, broker yang diatur di Siprus dapat mengambil klien dari Inggris tanpa memperoleh lisensi peraturan tambahan di Inggris Raya.

4. The Swiss Financial Market Supervisory Authority (FINMA)

Sistem keuangan Swiss adalah salah satu yang paling terpercaya di dunia.  The Swiss Financial Market Supervisory Authority (FINMA) berkoordinasi erat dengan badan pengatur negara lain.  Kredensial yang ketat diperlukan agar broker memenuhi syarat untuk membuka akun di negara tersebut. Proses perizinan harus berpegang pada standar perbankan yang ketat.

5. CySEC (Cyprus Securities and Exchange Commission)

Siprus berfungsi sebagai pintu gerbang ke Eropa karena memudahkan broker mendapatkan lisensi regulasi forex. Siprus adalah pusat forex regional dan salah satu tujuan teratas dunia untuk forex.

CySEC, badan pengatur keuangan Siprus berfungsi di bawah payung peraturan MiFID Eropa. Namun demikian, badan ini telah menarik banyak perusahaan forex asing yang ingin memanfaatkan regulasi ringan yang ada di kawasan tersebut.

Selain itu untuk mendapatkan lisensi tanpa harus memenuhi persyaratan ketat dari regulator keuangan Eropa lainnya. CySEC memiliki reputasi dan tepercaya dan merupakan yurisdiksi preferensi untuk banyak perusahaan Forex.

6. BAPPEBTI

BAPPEBTI adalah kependekan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, yaitu sebuah lembaga resmi pemerintah indonesiao yang secara umum fungsinya adalah meregulasi trading berjangka.

Badan ini melakukan fungsi monitoring serta pengaturan aktivitas trading berjangka di tanah air, termasuk trading forex. Perusahaan broker yang menyediakan platform trading online juga menjadi obyek yang diawasi oleh Bappebti. Artinya suatu perusahaan broker Forex wajib mengantongi regulasi dari Bappebti untuk dinyatakan legal dalam operasinya.

Dalam kinerjanya Bappebti berada di bawah naungan Menteri Perdagangan RI, serta terhubung dengan Bank Indonesia juga lembaga-lembaga hukum termasuk POLRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here