Apa Arti Pemilu Selandia Baru bagi Kiwi?

0
324

Pemilu Selandia Baru berlangsung pada hari Sabtu dan jajak pendapat menunjukkan kemenangan yang menentukan bagi Perdana Menteri petahana Jacinda Ardern.

Untuk dolar kiwi, apakah mata uang bisa mendapatkan sedikit dorongan yang dalam gambaran kebih besar, pendorong utama kiwi adalah mood risiko global dan bagaimana hasil pemilu AS.

Pemilu yang relatif ‘aman’

Kejutan elektoral telah menjadi “permainan” dalam beberapa tahun terakhir, dengan pemilu AS 2016, Brexit, dan baru-baru ini pemilu Australia pada tahun 2019.

Oleh karena itu, masuk akal jika banyak orang tidak lagi mempercayai jajak pendapat, tetapi pemilu Selandia Baru yang akan datang tampaknya agak aman dalam hal ini, karena kepemimpinan Partai Buruh PM Ardern sangat besar.

Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan Partai Buruh memimpin Partai Nasional dengan 10-15 poin persentase, yang mencerminkan seberapa populer tanggapan Perdana Menteri terhadap krisis covid-19, baik pada perawatan kesehatan maupun ekonomi.

Dia memberlakukan salah satu penguncian paling awal dan paling ketat secara global, tidak membuka perbatasan Selandia Baru setelah negara memberantas virus, dan memberikan stimulus yang kuat untuk menjaga ekonomi tetap bertahan.

Mengingat keunggulan jajak pendapat yang sangat besar, elemen utama market adalah apakah Partai Buruh memenangkan mayoritas yang memerintah langsung di majelis rendah Parlemen, atau apakah PM Ardern akan membutuhkan dukungan dari partai Hijau yang lebih kecil lagi, yang saat ini menopang pemerintahannya.

Bagaimana reaksi market?

Kiwi jatuh pada 2017 ketika Ardern pertama kali terpilih, namun zaman berubah. Partai Buruhnya telah memberikan stimulus substansial, tidak memperkenalkan pajak capital gain seperti yang ditakuti banyak orang, dan bahkan mengalami surplus pemerintah pada tahun 2018, membayar hutang negara.

Oleh karena itu, sementara market awalnya panik tentang prospek kebijakan sayap kiri, manajemen fiskal negara yang sebenarnya cukup berhati-hati. Implikasinya, kemenangan langsung oleh Ardern kali ini dapat dilihat sebagai hal yang positif bagi kiwi, meski tidak secara masif.

Tapi pendorong sebenarnya adalah mood risiko global. Secara keseluruhan, pemilihan ini kemungkinan hanya akan menjadi gangguan bagi kiwi, bukan pengubah permainan.

Kebijakan moneter juga tidak menjadi sorotan, karena RBNZ mengatakan mereka akan menurunkan suku bunga awal tahun depan, dan market telah memperkirakannya. Penurunan suku bunga seperempat poin sepenuhnya diperhitungkan pada bulan April, dan satu lagi pada bulan Agustus.

Jadi apa yang akan mendorong kiwi? Kemungkinan besar, bagaimana sentimen risiko global berubah dan bagaimana pemilu AS berlangsung. Selandia Baru adalah ekonomi terbuka dan banyak ekspor, sehingga kiwi sangat sensitif terhadap perkembangan global dan selera risiko.

Beberapa minggu kedepan, semuanya akan menjadi tentang pemilihan AS. Jika Joe Biden memenangkan kemenangan yang menentukan, itu dapat memicu ekspektasi untuk paket stimulus besar-besaran dan untuk hubungan AS-China yang lebih tenang, keduanya positif untuk kiwi. Sebaliknya, jika Trump menang atau Kongres tetap terpecah, hal yang sebaliknya mungkin terjadi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here