Apa itu FOMO dalam Trading Forex?

0
13
fomo dalam trading forex

FOMO dalam trading forex? Pernahkah anda mengalaminya? Apa pengaruhnya dalam trading yang anda lakukan?

Ya! fear of Missing (FOMO) atau ketakutan akan kehilangan adalah kecemasan sosial yang berasal dari keyakinan bahwa orang lain mungkin bersenang-senang sementara orang yang mengalami kecemasan tidak hadir. Hal ini ditandai dengan keinginan untuk terus terhubung dengan apa yang dilakukan orang lain.

FOMO juga didefinisikan sebagai rasa takut akan penyesalan, yang dapat menimbulkan kekhawatiran bahwa seseorang mungkin kehilangan kesempatan untuk interaksi sosial, pengalaman baru atau investasi yang menguntungkan. Ketakutan bahwa memutuskan untuk tidak berpartisipasi adalah pilihan yang salah.

FOMO ini merupakan fenomena di era digital modern dan mempengaruhi 69% milenial dan memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik trading forex.

FOMO dalam trading forex 

FOMO dalam trading forex  adalah ketakutan akan kehilangan peluang besar di market forex dan merupakan masalah yang dialami banyak trader selama kariernya.  FOMO dapat mempengaruhi semua orang, mulai dari trader pemula hingga trader berpengalaman.

FOMO menjadi fenomena yang berasal dari perasaan bahwa trader lain lebih sukses, dan itu dapat menyebabkan ekspektasi yang terlalu tinggi, kurangnya perspektif jangka panjang, terlalu percaya diri atau terlalu sedikit percaya diri dan keengganan untuk menunggu.

Emosi sering menjadi kekuatan pendorong utama di balik FOMO. Jika dibiarkan, dapat menyebabkan trader mengabaikan rencana tradingannya. Emosi umum dalam trading yang dapat dimasukkan ke dalam FOMO meliputi:

  • Keserakahan
  • Takut
  • Kegembiraan
  • Kecemburuan
  • Ketidaksabaran
  • Kegelisahan

Faktor-faktor yang memicu FOMO

FOMO dalam trading forex dapat disebabkan oleh berbagai situasi. Beberapa faktor eksternal yang dapat menyebabkan trader mengalami FOMO meliputi:

Volatile markets. FOMO tidak terbatas pada pasar bullish di mana orang-orang ingin mengikuti tren namun dapat merambat ke dalam jiwa kita ketika ada pergerakan market ke segala arah.

Menang banyak. Didukung oleh kemenangan baru-baru ini, mudah untuk menemukan peluang baru dan terjebak di dalamnya. Namun kemenangan tidaklah bertahan selamanya.

Kerugian berulang. Trader dapat berakhir dalam lingkaran setan; memasuki posisi, menjadi takut, menutup/close, kemudian trading lagi karena kecemasan namun malah kekecewaan yang muncul yang akhirnya menyebabkan kerugian.

Media sosial. Perpaduan media sosial dan trading bisa menjadi racun ketika semua orang memenangkan tradingannya. Penting untuk tidak mengambil konten media sosial pada nilai nominal, dan meluangkan waktu untuk meneliti influencer dan mengevaluasi postingan.

Tips mengatasi FOMO

Mengatasi FOMO bisa dimulai dengan kesadaran diri dan memahami pentingnya disiplin dan manajemen risiko dalam trading. Dibawah ini ada berbagai teknik yang dapat membantu trader mengelola faktor ketakutan.

1. Akan selalu ada perdagangan lain. Peluang trading seperti bus – bus yang akan selalu datang. Mungkin akan lama tetapi peluang yang tepat patut ditunggu.

2. Tetap pada rencana trading. Setiap trader harus mengetahui strateginya, membuat rencana trading, lalu menaatinya. Hal ini adalah cara untuk mencapai kesuksesan jangka panjang

3. Menghilangkan emosi dari trading. Belajarlah untuk mengesampingkan emosi, rencana trading akan membantu ini dan meningkatkan kepercayaan trading.

4. Trader seharusnya menggunakan modal yang mereka mampu hilangkan. Mereka juga dapat menggunakan stop loss untuk meminimalkan kerugian jika pasar bergerak secara tidak terduga.

5. FOMO tidak mudah dilupakan, tetapi dapat dikontrol.

6. Membuat jurnal trading membantu perencanaan. Bukan kebetulan bahwa para trader  sukses menggunakan jurnal dengan menggambarkan pengalaman pribadi untuk membantu strategi tradingnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here