Apa itu Market Bearish?

0
24
market bearish

Market bearish adalah fenomena di mana harga di pasar saham menunjukkan penurunan selama periode waktu tertentu. Penurunan terjadi hingga 20 persen atau lebih besar. Seiring terjadinya penurunan ini, pesimisme di kalangan investor juga meningkat, sehingga meningkatkan penjualan saham.

Tren market menurun ini dikaitkan dengan “bear” karena cara beruang menyerang korbannya. Seekor beruang mengusap cakarnya ke bawah untuk membunuh mangsanya. Sementara kebalikannya disebut “banteng” karena banteng mendorong tanduk mereka ke udara saat melakukan perlawanan diri. Rata-ratanya market bearish bertahan selama 97 bulan sebelum pulih.

Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500 dan NASDAQ menentukan apakah pasar sedang dalam kondisi ini atau bullish. Selain terjadi di pasar saham, bearish juga terjadi dalam mata uang, emas dan beberapa komoditas seperti minyak.

Apa yang Terjadi Ketika Market Bearish?

Apa itu Market Bearish?

Indeks utama terus jatuh. Market bearish didahului dengan kejatuhan pasar saham, di mana harga mencapai sekitar 10 persen penurunan dalam 24 jam. Karena angka-angka kemudian terus mencapai posisi terendah dan ada yang menunjukkan tertinggi lebih rendah dari sebelumnya, bearish dianggap ada.

Resesi pun biasanya terjadi. Roda ekonomi berhenti berkembang dan kemudian berkontraksi. Resesi menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi, pengendalian pengeluaran konsumen dan penurunan laba perusahaan.

Kepercayaan konsumen menurun dan pesimisme investor. Ketika angka indeks saham mulai menurun selama periode waktu tertentu, investor mulai memindahkan uang mereka dari ekuitas dan ke sekuritas pendapatan tetap. Penurunan permintaan saham ini kemudian akan menambah kinerja negatif pasar.

Dan ekonomi melemah. Ada hubungan kuat antara pasar saham dan ekonomi. Dalam pasar yang bearish, banyak bisnis yang dipengaruhi oleh penurunan belanja konsumen dan penjualan saham perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here