Apa itu Moving Average dalam Trading Forex

0
10
Moving Average

Bisa dikatakan salah satu indikator paling populer dalam trading forex adalah Moving Average (MA). MA merupakan alat analisis teknis dalam trading forex yang menganalisis harga masa lalu secara statistik dan matematis dan menggunakan hasilnya untuk memperkirakan harga di masa mendatang.

Moving average menjadi indikator teknis yang mengikuti harga dengan lag, artinya MA menghasilkan sinyal setelah tren berubah. Moving Average “menghaluskan” harga tertinggi dan terendah, membuatnya lebih mudah bagi trader untuk melihat tren secara keseluruhan.

MA juga menyaring “kebisingan” (volatilitas dan koreksi pasar acak) dan membantu trader memutuskan posisi mana yang akan dimasuki dan trading sesuai dengan tren.

Strategi trading paling sederhana menggunakan Moving Average ini adalah membeli aset ketika harganya melintasi garis MA dari bawah keatas dan menjualnya ketika melintasi garis MA dari atas kebawah.

Variasi Moving Average

Beberapa modifikasi Moving Average terdiri atas:

  • Simple (SMA) – SMA adalah moving average yang paling mudah untuk dibuat. SMA adalah harga rata-rata selama periode tertentu.
  • Exponential EMA- lebih sensitif daripada SMA karena memberi bobot lebih pada harga baru dan digunakan untuk menganalisis tren jangka pendek. EMA Juga disebut sebagai Weighted moving average(WMA)
  • Volume-weighted (VWMA) – VWMA tidak hanya memperhitungkan perubahan harga tetapi juga volume.
  • Kaufman’s adaptive moving average (AMA atau KAMA) - AMA menggunakan tetapan perataan dinamis yang sensitif terhadap volatilitas market.
  • Corrected average (CA) – CA bereaksi terhadap volatilitas pasar saat ini tetapi mengabaikan sinyal masuk ketika tren lemah.
  • Hull moving average (HMA) – HMA secara virtual menghilangkan lag dan dapat mengasumsikan dua warna berbeda tergantung pada arah tren.
  • Arnaud Legoux moving average (ALMA) – ALMA dirancang untuk memecahkan masalah penghalusan dan sensitivitas yang tidak memadai yang ditemukan di banyak jenis MA lainnya; dapat digunakan sebagai level support / resistance dinamis.
  • Least square (LSMA) – LSMA mencoba memprediksi pergerakan harga dengan asumsi bahwa tren saat ini akan berlanjut; menghitung garis regresi kuadrat terkecil dan memproyeksikannya ke masa depan.

Dan dua Moving Average yang paling umum adalah simple moving average (SMA), yang merupakan harga rata-rata selama periode waktu tertentu, dan exponential moving average (EMA), yang memberi bobot lebih pada harga terkini.

1. SMA (Simple Moving Average)

Untuk menghitung nilai setiap titik pada kurva SMA, anda perlu menjumlahkan harga penutupan dari N candle terakhir dan membagi hasilnya dengan N. Karena tren pasar dapat dibagi menjadi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, itu adalah strategi yang dipilih trader yang menentukan interval N (jumlah hari) yang akan digunakan untuk MA. Dalam praktiknya, rentang periode yang digunakan:

5-20 untuk tren jangka pendek
20–50 untuk tren jangka menengah
50–200 ke atas untuk tren jangka Panjang

Penggunaan SMA dalam analisis adalah untuk mengidentifikasi apakah harga berada dalam tren naik atau turun. Jika harga saat ini berada di atas garis MA, maka pasar dianggap bullis (harga cenderung naik); sebaliknya jika harga berada di bawah MA, maka pasar dianggap bearish (harga cenderung menurun)

2. EMA (Exponential Moving Average)

Exponential moving average (EMA) lebih sensitif terhadap titik data terbaru. Kadang-kadang, disebut sebagai ” exponentially weighted moving average” (WMA). EMA bereaksi lebih signifikan terhadap perubahan harga baru-baru ini.

Persilangan (crossover) SMA dan EMA berfungsi sebagai indikator untuk membeli atau menjual, tetapi terkadang EMA bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga. Selain itu, EMA lebih jarang menunjukkan divergensi.

Sama seperti SMA, trader perlu memilih periode tertentu tergantung pada apakah strategi mereka berjangka pendek, menengah, atau panjang. Banyak  trader mengatakan bahwa EMA lebih berlaku untuk mereka yang trading intraday dan trading cepat.

Berikut strategi trading menggunakan EMA

Letakkan tiga Exponential Moving Average,  EMA lima periode, EMA periode 20, dan EMA periode 50 pada grafik 15 menit.

Beli ketika EMA lima periode melintasi dari bawah ke atas EMA periode 20, dan harga, EMA periode lima, dan periode 20 di atas EMA 50 periode.

Jual saat EMA lima periode melintasi dari atas ke bawah EMA periode 20, dan EMA serta harga keduanya di bawah EMA periode 50.

Tempatkan pesanan stop-loss awal di bawah EMA periode 20 (untuk beli), atau sekitar 10 pips dari harga masuk.

Langkah opsional adalah memindahkan stop-loss ke titik impas ketika trading menguntungkan 10 pips.

Moving Average mana yang terbaik ? EMA atau SMA?

Apakah harus menggunakan EMA atau SMA. Perbedaan antara keduanya biasanya tidak kentara, tetapi menggunakan Moving Average dapat berdampak besar pada trading anda.

Perbedaan antara EMA dan SMA

Hanya ada satu perbedaan EMA vs. SMA. EMA bergerak lebih cepat dan arahnya berubah lebih awal dari SMA. EMA memberi bobot lebih pada aksi harga terbaru yang berarti bahwa ketika harga berubah arah, EMA mengetahui hal ini lebih cepat, sedangkan SMA membutuhkan waktu lebih lama untuk berputar ketika harga berubah.

Pro dan kontra EMA vs SMA

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk antara EMA vs. SMA.  EMA bereaksi lebih cepat saat harga berubah arah, tetapi ini juga berarti bahwa EMA lebih rentan ketika memberikan sinyal yang salah terlalu dini. Misalnya, ketika harga mengoreksi lebih rendah, EMA akan segera mulai berbalik dan ini bisa menandakan perubahan arah terlalu dini.

SMA bergerak jauh lebih lambat dan dapat membuat anda tetap dalam trading lebih lama ketika ada pergerakan harga yang berumur pendek dan perilaku yang tidak menentu. Tapi, tentu saja, ini berarti SMA membuat anda trading lebih lambat dari EMA.

Pada akhirnya, tergantung pada apa yang anda rasa nyaman dan apa gaya trading anda. EMA memberi anda sinyal yang lebih banyak dan lebih awal, tetapi juga memberi anda lebih banyak sinyal palsu dan prematur. SMA memberikan sinyal yang lebih sedikit dan lebih baru, tetapi juga lebih sedikit sinyal yang salah selama masa volatil.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here