Apa Time Frame Terbaik untuk Trader Pemula?

0
11
Time Frame

Banyak trader kesulitan bagaimana memilih kerangka waktu atau time frame terbaik untuk trading. Apalagi banyak trader yang merugi karena penggunaan time frame yang salah. Oleh karena itu, menggunakan kerangka waktu yang tepat adalah wajib untuk memastikan keuntungan dari trading forex.

Tiga time frame trading

Sebagian besar analis dan trader akan setuju bahwa time frame trading dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah dan panjang.

Dan time frame yang digunakan bergantung pada strategi trading yang dimiliki seorang trader.  Kerangka waktu  tidak sama untuk setiap trader. Seorang scalper biasanya menggunakan kerangka waktu yang lebih kecil sedangkan trader jangka panjang menggunakan kerangka waktu harian dan mingguan.

1. Scalping

Scalping adalah strategi populer di kalangan trader. Dalam strategi trading ini, scalper dapat dengan cepat mengimbangi risiko posisi karena bid / offer spread yang mereka kutip. Scalper mengambil keuntungan kecil dari setiap trading yang dilakukan. Trader scalping terdiri dari trader individu dan retail dengan akses ke spread market yang sangat ketat.

Time frame umumnya sangat pendek karena trader melikuidasi posisi ketika mereka mendapat untung kecil. Sebaliknya, jika market bergerak melawan mereka, para scalper cenderung melakukan close terhadap posisinya.

2. Day Trading

Dalam strategi ini, trader mengambil posisi selama sehari. Ini biasanya akan ditentukan oleh trader sebelumnya dalam rencana tradingnya. Pada akhir hari tradingnya, day trader akan menutup semua posisi terlepas dari untung atau rugi.

Time frame yang digunakan oleh dalam day trading biasanya berkisar dari beberapa menit hingga beberapa jam. Namun, itu tergantung pada dinamika market. Day trading memungkinkan trader untuk tidak memiliki posisi open yang perlu dikhawatirkan dalam semalam.

3. Swing Trading

Strategi perdagangan ini biasanya melibatkan penggunaan analisis teknis jangka menengah untuk menentukan titik masuk dan keluar. Selain itu, trader menetapkan posisi  berdasarkan analisis ini. Seperti trader range, kerangka waktu swing trader bervariasi dari beberapa hari hingga seminggu atau lebih.

4. Trading Tren

Ini adalah strategi trading jangka panjang.  Trader tren mengidentifikasi tren market secara keseluruhan untuk menetapkan posisi. Oleh karena itu, mereka menunggu tren itu terjadi. Trader tren biasanya menggunakan analisis teknis dan fundamental untuk mengidentifikasi mata uang yang over / undervalued.

Memilih time frame terbaik untuk pemula 

Memilih time frame untuk trading bergantung pada tingkat pengalaman,  jenis strategi tradng, dan bagaimana mendekati market. Oleh karena itu, sulit untuk memberikan aturan khusus karena bervariasi tergantung strategi trading. Namun, ada beberapa pedoman yang harus diikuti, seperti:

Karena trader baru tidak terbiasa dengan keseluruhan risiko yang terkait dengan market forex, mereka harus tetap berpegang pada time frame jangka panjang. Untuk trader baru, disarankan untuk menggunakan time frame yang lebih lama dengan mengambil swing trading atau trading tren sebagai strategi.

Alasan lain memilih strategi jangka panjang adalah karena trader pemula cenderung tidak sabar. Oleh karena itu, mereka dapat menutup posisi mereka tanpa harus menunggu profitabilitas. Meskipun demikian, trading jangka pendek jauh lebih sulit dibandingkan dengan trading jangka panjang. Selain itu, trader membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguasainya.

Jika trader baru mulai trading dengan time frame jangka panjang, biasanya akan mengurangi frekuensi trading. Oleh karena itu, hal ini akan mengajarkan pentingnya menjalankan trading secara strategis. Setelah metode tradingnya terbukti, barulah kemudian dapat beralih ke kerangka waktu yang lebih pendek jika mau.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here