Bagaimana Cara Trading di Market Bearish?

0
3
Market Bearish

Market bearish adalah market yang mengalami tren turun untuk jangka waktu tertentu. Salah satu definisi yang diterima secara umum dari kondisi market bearish ini adalah market yang telah menurun 20% atau lebih selama periode dua bulan atau lebih.

Di sini kepercayaan investor yang rendah meningkatkan pergerakan ke bawah karena banyak trader mulai menjual aset dan menyebabkan harga mengalami penurunan tajam. Market bearish diidentifikasi di grafik dalam bentuk candle merah besar.

Trader forex umumnya menggunakan penjualan mata uang yang kurang likuid, seperti yang dimiliki market negara berkembang. Biasanya, permintaan mata uang safe haven seperti Dollar AS dan Yen Jepang meningkat, karena trader mulai menjual aset berisiko dan berinvestasi di safe haven sebagai gantinya.

Forex menawarkan peluang trading di market bearish

Trading forex selalu dilakukan dalam pasangan mata uang dan itulah sebabnya meski satu mata uang jatuh, mata uang lainnya kemungkinan besar akan menguat dan memungkinkan trader ambil posisi di market bearish atau bullish.

Ini terutama berlaku di forex contracts for difference (CFD) yang memungkinkan trader mengambil posisi di market yang naik dan turun. Trader dapat mengambil posisi saat market itu bullish atau market bearish pada trading yang sama. Misalnya, jika Dollar AS menguat dan Yen Jepang melemah, trader bisa mengambil long position pada USD / JPY. Trader memegang dua posisi sekaligus, long position di USD dan short position di JPY. Namun, trader harus waspada terhadap pasar naik dan turun, karena kondisi seperti itu dapat menentukan tren mata uang.

Mari kita lihat beberapa indikator teknis yang dapat membantu mengidentifikasi tren turun.

Pola The Hanging Man

Hanging man adalah formasi candlestick yang menunjukkan tekanan jual di puncak tren. Hal ini terjadi ketika sejumlah besar pelaku market merasa bahwa market telah mencapai level tertingginya dan akan segera menurun, menghasilkan sejumlah besar “penurunan”, dibandingkan dengan “kenaikan”.

Hanging man memiliki tubuh yang kecil, dengan bayangan atas yang hampir tidak terlihat, dan bayangan bawah hampir dua kali panjang tubuhnya.

Bayangan atas kecil menunjukkan bahwa beberapa trader masih mencoba untuk mempertahankan tren naik saat ini, sebelum harga turun secara signifikan untuk pasangan mata uang. Bayangan bawah yang lebih panjang menunjukkan aksi jual yang signifikan.
Lilin hanging man adalah indikator bearish. Kita biasanya dapat melihat level penutupan di bawah level pembukaan, yang mengindikasikan pola hanging man bearish.

Trading dengan pola Hanging Man

Jika kemudian grafik menunjukkan bahwa candle bergerak turun lebih jauh di bawah garis tren naik jangka pendek, tren turun jangka panjang terkonfirmasi. Level entri yang mungkin bisa menjadi titik di mana market telah bergerak melewati titik terendah dari pola candle.

Dengan menggunakan analisis multiple timeframe, trader dapat melihat formasi tren jangka panjang. Trader dapat mulai melihat grafik jangka waktu yang lebih lama, seperti grafik harian, untuk melihat ke mana arah market. Ini membantu untuk menghindari menempatkan trading ke arah yang berlawanan dengan tren jangka panjang.

Setelah ini, grafik jangka waktu yang lebih pendek, katakanlah grafik 4 jam, dapat digunakan untuk mengidentifikasi titik masuk. Selain itu, trader dapat menggunakan indikator teknis lainnya, seperti SMA 20 dan SMA 50. Relative Strength Index (RSI) juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah market telah berbalik untuk memulai tren turun /downtrend.

Setelah tren turun dikonfirmasi, titik masuknya bisa jadi adalah titik terendah candle hanging man. Jika pasar benar-benar bearish, trader akan melihat price action yang menurun selanjutnya dan masuk ke long position.

Pola hanging man adalah salah satu yang populer di market forex, terutama karena likuiditasnya yang sangat besar dan muncul di semua market.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here