Broker Forex dan 5 Tips Memilihnya dengan Benar

0
14
forex

Istilah broker bisa jadi sebagian besar masyarakat tahu apa arti dan fungsinya. Tugas utamanya adalah mengatur transaksi antara penjual dan pembeli demi komisi dari transaksi yang dijalankan.

Broker umumnya adalah pihak independen yang layanannya digunakan secara luas di beberapa industri. Tanggung jawab utama broker adalah menyatukan penjual dan pembeli sehingga broker ini fasilitator / orang ketiga antara pembeli dan penjual. Contoh broker yang kita kenal ada broker real estat yang memfasilitasi penjualan properti, broker saham, broker forex dan lainnya.

Nah, untuk broker forex ini berkaitan dengan dunia trading forex. Broker ini fungsinya tidak hanya sebagai penghubung menuju pasar forex, broker juga berfungsi sebagai tutor yang memberikan kita pembelajaran serta arahan yang baik dan benar menjadi seorang trader. Selain itu broker juga menyediakan akun untuk kita, yaitu akun demo dan real. Akun real digunakan ketika kita sudah mempunyai persiapan yang matang sebelum melakukan transaksi di pasar forex.

Sekarang ini banyak dari kita yang merasa nyaman melakukan trading forex sendiri, terutama dengan kemudahan untuk menjual dan membeli. Namun, jika waktu menjadi faktor yang terbatas dan kita tidak merasa nyaman membuat keputusan sendiri, kita dapat mencari bantuan dari broker forex yang berkualitas. Jika anda memilih untuk menggunakan broker, berikut adalah beberapa tips yang harus dilakukan.

1. Tentukan Tipe Broker Forex

Dilihat dari cara kerjanya, ada dua tipe broker forex, yaitu broker Dealing Desk (DD), Non Dealing Desk (NDD) dan broker forex yang menyediakan fasilitas DD dan NDD sekaligus, yaitu broker Hybrid.

Untuk Non Dealing Desk ini adalah jenis yang paling terpercaya oleh para trader sebagai penghubung terbaik menuju pasar forex. Hal tersebut dikarenakan NDD mengandalkan spread (selisih harga antara harga jual dengan harga beli) berdasarkan pair (mata uang) yang digunakan.

Broker Dealing desk menciptakan pasar forex ciptaan sendiri untuk para calon trader. Jenis ini memanfaatkan spread untuk mendapat keuntungan dari proses bid dan ask mata uang asing.

Sementara Hybrid adalah perpaduan antara non dealing desk dan dealing desk. Dengan menerapkan dua jenis yang berbeda. Misalkan saja nilai equality seorang trader mencapai batas tertentu yang telah ditetapkan, maka dapat menggunakan salah satu dari jenis tersebut untuk melakukan eksekusi akhir.

2. Costumer Service Mudah Dihubungi

Perdagangan forex terjadi selama 24 jam sehari, sehingga dukungan dari broker ini harus tersedia kapan saja kita perlukan. Saat mempertimbangkan memilih broker, misalnya costumer servive harus dapat menerima panggilan kita saat ingin menanyakan gambaran tentang spread, leverage, regulasi, dan lainnya. Atau dengan kata lain komunikasi menjadi esensial antara anda dan broker agar trading menjadi lancar.

Broker Forex dan 5 Tips Memilihnya dengan Benar

3. Dapatkan Referensi

Ada baiknya keputusan memilih broker didasarkan atas keputusan yang tepat. Selalu disarankan untuk bekerja dengan seseorang yang telah Anda dengar soal hal-hal baik tentangnya. Bagaimana caranya? Tanyakan sekitar, komunitas atau grup forex dan temukan broker mana yang digunakan orang lain dan mengapa mereka memilihnya.

4. Ketahui Platform Trading

Kita harus memastikan platform dan perangkat lunak apa yang mudah digunakan, menyenangkan secara visual, memiliki berbagai alat analisis teknis dan trading forex dapat dilakukan dengan mudah dengan platform ini. Platform trading yang dirancang dengan baik akan memiliki tombol ‘beli’ dan ‘jual’ yang jelas, dan beberapa bahkan memiliki tombol “panik” yang menutup semua posisi terbuka. Tampilan antarmuka harus baik, untuk menghindari kesalahan entri seperti menambah posisi secara tidak sengaja alih-alih menutupnya, atau menjadi pendek saat Anda bermaksud melakukan long.

Pertimbangan lain termasuk opsi penyesuaian, jenis entri, opsi trading, pembangun strategi, pengujian kembali dan peringatan trading. Sebagian besar menawarkan akun demo gratis sehingga kita dapat mencoba platform perdagangan sebelum membuka dan mendanai akun

5. Cek Latar Belakangnya

Periksa latar belakang dan strateginya. Pastikan broker berlisensi dengan benar. Kemudian cari tahu tentang pengalamannya, pelatihan dan sertifikasi. Pastikan juga terdaftar secara legal, dan tentu saja anda tidak akan menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada orang yang hanya mengaku bahwa dirinya adalah sah/terdaftar secara legal. Pastikan anda memeriksa dan menganalisanya pada badan-badan hukum bersangkutan. Di Indonesia, Anda bisa memeriksanya ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here