Mengapa FOMO Dalam Trading Bisa Hilangkan Profit Anda

0
8
FOMO Dalam Trading

Trading yang berhasil bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah pola pikir. Jika anda mampu menumbuhkan pola pikir yang efektif dan tangguh, anda akan siap untuk melakukannya dengan baik.

Namun, ada satu aspek pola pikir yang merupakan mimpi buruk. Aspek ini dapat membuat anda terganggu, dan bahkan dapat membuat anda kehilangan uang dalam trading. Aspek itu disebut FOMO atau dikenal sebagai ‘takut ketinggalan’.

Apa itu FOMO?

FOMO adalah kependekan dari “Fear of Missing Out” atau dalam Bahasa Indonesia berarti ‘takut ketinggalan’.  Jika didefinisikan, FOMO atau Fear of Missing Out adalah sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya (yang dilakukan orang lain dan tidak bisa ia lakukan).

FOMO diidentifikasi pertama kali pada tahun 1996 oleh ahli strategi pemasaran Dr. Dan Herman, yang melakukan penelitian dan menerbitkan makalah akademis pertama tentang topik tersebut pada tahun 2000 di The Journal of Brand Management.

Penulis Patrick J. McGinnis menciptakan istilah FOMO dan mempopulerkannya dalam di tahun 2004 di The Harbus, majalah Harvard Business School. Artikel itu berjudul McGinnis ‘Two FOs: Social Theory at HBS, dan juga merujuk pada kondisi terkait lainnya, Fear of a Better Option (FoBO), dan peran mereka dalam kehidupan sosial.

Penyebab FOMO

1. Ketidaksabaran

Hal ini biasa terjadi terutama untuk trader yang tidak berpengalaman. Tetapi semua orang cenderung berpikir tidak sabar menunggu suatu posisi berubah. Atau mereka mungkin tahu ada kondisi ekonomi yang seharusnya mengubah banyak hal secara dramatis tetapi mereka belum melihatnya terjadi.

Ketidaksabaran pun muncul namun trading itu membutuhkan waktu. Bahkan market dan sekuritas yang paling tidak stabil pun memiliki kondisi waktu. Dan ketidaksabaran bisa berarti kehilangan uang, hanya karena bertindak pada saat yang salah.

2. Kurangnya realitas

Disini anda ingin memiliki profit yang besar yang dapat dihasilkan. Ekspektasi tinggi, di mana anda merasa bahwa harus menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat.

Ketika anda tidak menghasilkan banyak profit, FOMO mulai merayap masuk dan anda akhirnya mengambil posisi yang jauh lebih berisiko dan meninggalkan otak rasional anda.

Ekspektasi ini dapat membuat anda membuat pilihan yang sangat buruk. Anda  mengubah strategi berkali-kali. Hal ini untuk menemukan sesuatu yang tidak terjangkau di kepala Anda.

3. Jebakan kepercayaan

Ketika keadaan menjadi buruk, FOMO masuk melalui jebakan kepercayaan.
Trader yang telah mengalami loss terus menerus  mungkin berpikir bahwa masalah besar berikutnya sudah dekat. Jika tidak bertindak akan ketinggalan. Jika  trader sudah kehilangan kepercayaan pada kemampuannya, dapat menyebabkan FOMO dan kegagalan

Ini semua tergantung kepercayaan. Setiap orang yang pernah berdagang tahu bagaimana rasanya mengalami trading yang buruk. Anda merasa sedang melakukan kesalahan besar.  Anda melihat orang-orang yang melakukannya dengan baik dan menurut Anda mereka lebih baik dari Anda.

4. Tidak ada rencana

Jika tidak memiliki rencana untuk trading dan terjun ke trading apa pun yang terlihat menarik, anda pada dasarnya hidup dalam keadaan FOMO yang konstan.

Sangat mudah untuk berada dalam keadaan FOMO ketika merasa dapat menghasilkan uang dengan cepat. Namun sebuah rencana dapat membawa ke pemikiran metodis. Tidak memilikinya hanya membuat anda merasa trading berikutnya akan mengubah hidup anda, padahal tidak.

Bagaimana menangani FOMO

Jika Anda tidak memiliki aturan atau pendekatan untuk perdagangan, anda akan menderita FOMO. Seperti yang telah dibahas diatas tentang tidak memiliki rencana, jika anda tidak memiliki apa pun untuk melindungi proses berpikir agar tidak menjadi liar, anda akan menjadi FOMO.

Kuasai seni disiplin diri. Anda tidak harus hidup seperti seorang biarawan. Tetapi anda harus memahami bahwa trading adalah tentang membuat keputusan yang tepat pada waktu yang tepat.

Belajar, belajar dan belajar lagi. Market diatur oleh peristiwa di luar kendali anda. Yang dapat anda lakukan hanyalah mempelajari data dan bagan teknis dan fundamental, serta berita, dan membuat ‘tebakan berdasarkan informasi’ tentang informasi yang anda lihat. Ini akan memandu trading anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here