Data China Kuat, AUD/USD Naik

0
70
AUD/USD

EAUD/USD tidak meleset sedikit pun pada hari Senin kemarin setelah membukukan kenaikan pada hari Jumat. Di awal perdagangan Amerika Utara, AUD/USD diperdagangkan pada 0,7296, naik 0,45%.

Salah satu faktor yang menguntungkan dolar Australia adalah membaiknya ekonomi China. China adalah mitra dagang terbesar Australia, yang membuat mata uang Australia sensitif terhadap rilis utama China.

Pada hari Senin, Produksi Industri China membukukan kenaikan kuat sebesar 6,9% untuk bulan kedua berturut-turut, kenaikan tertinggi yang dilaporkan pada tahun 2020.

Pada bulan Oktober, IMP Manufaktur dan Jasa semakin melaju ke wilayah ekspansi dan mengalahkan perkiraan, pertanda lain bahwa ekonomi China sedang naik. China bisa menjadi lokomotif yang menarik kereta global lainnya keluar dari kelesuan ekonomi pada tahun 2021.

Reserve Bank of Australia merilis risalah pertemuan kebijakan November pada hari Selasa (00:30 GMT). Pada pertemuan tersebut, bank sentral memangkas suku bunga dari 0,25% menjadi 0,10%, terendah dalam sejarah. RBA memilih untuk tidak menurunkan suku bunga pada bulan Oktober, karena rapat kebijakan keluar pada hari yang sama dengan pengeluaran anggaran pemerintah.

Pada pertemuan November, selain menurunkan suku bunga, RBA juga memperkenalkan QE untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, mengumumkan pembelian obligasi pemerintah senilai $ 100 miliar selama enam bulan ke depan. Anggota bank telah melontarkan gagasan tentang suku bunga negatif, sebuah konsep drastis yang pasti akan ditentang oleh bank komersial negara.

Suku bunga negatif kemungkinan akan membebani AUD/USD karena akan menjadi aset yang kurang menarik bagi investor. Namun, jika kondisi ekonomi tidak memburuk, RBA akan mengesampingkan skenario suku bunga negatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here