Deretan Mata Uang Safe Haven

0
17
mata uang safe haven

Mata uang safe haven adalah mata uang yang cenderung mempertahankan atau meningkatkan nilai meski ada ketidakpastian dan ketidakstabilan keadaan ekonomi. Safe haven cenderung tidak memiliki korelasi dengan kinerja saham, obligasi dan menjadikannya ideal untuk ditradingkan jika market crash.

Kasarannya, ketika ada banyak ketidakpastian di dunia, ada “penerbangan ke tempat yang aman” untuk satu atau semua mata uang yang tergolong safe haven.

Dibawah ini, kita akan melihat beberapa pasangan mata uang safe haven yang mungkin bisa anda pilih dan ekplorasi saat melakukan trading.

Daftar mata uang safe haven

1. Yen Jepang (JPY)

Yen termasuk dalam mata uang safe haven karena didorong oleh faktor-faktor seperti surplus neraca berjalan Jepang yang kuat dan memposisikannya sebagai negara kreditor terbesar di dunia.

Selain itu, Yen adalah carry trading yang populer, artinya investor sering meminjam Yen dari Jepang, di mana suku bunga rendah untuk membeli mata uang di negara di mana suku bunga lebih tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, contoh apresiasi terhadap Yen termasuk selama krisis keuangan 2008, dengan mata uang melonjak terhadap Pound Inggris dan Dollar AS, dan ketidakpastian Brexit pada 2015.

Baik USD dan JPY dianggap sebagai mata uang safe haven, kadang-kadang market USD / JPY tidak bergerak kuat, tetapi pasangan silang seperti GBP / JPY, AUD / JPY, dan NZD / JPY yang bergerak kuat.

2. Dollar AS (USD)

Dollar AS adalah mata uang yang paling likuid dan paling banyak digunakan di dunia, lebih dari 40% dari semua transaksi forex harian. Anda dapat membayar sejumlah aset dalam dollar AS dan banyak negara menerimanya untuk pembayaran barang atau jasa.

Di masa lalu, guncangan terhadap ekonomi AS akan melemahkan dollar, seperti yang diharapkan oleh teori ekonomi. Jadi, ketika Resesi Hebat / Great Depression mulai, para ekonom memperkirakan dollar akan terdepresiasi untuk membantu menyeimbangkan kembali ekonomi global.

Tetapi ketika goncangan keuangan menghantam AS pada awal krisis keuangan global pada 2008, nilai dolar secara tak terduga melonjak terhadap mata uang lain, mengejutkan para ekonom.

Status safe-haven Dollar AS ini dijaga oleh Departemen Keuangan AS. Sejak krisis keuangan 2008, kebijaksanaannya adalah selama masa pergolakan pasar, investor menjual aset berisiko dan beralih ke Departemen Keuangan AS dan Dollar AS

3. Franc Swiss (CHF)

Status safe haven Franc Swiss didukung oleh pemerintah Swiss yang stabil dan sistem keuangan yang kuat. Ditambah lagi dengan inflasi yang rendah dan tingkat kepercayaan yang tinggi pada bank sentral negara itu, Swiss National Bank.

Swiss memiliki industri perbankan yang besar, aman, dan stabil, pasar modal dengan volatilitas rendah, sedikit pengangguran, standar hidup yang tinggi, dan angka neraca perdagangan yang positif.

Kemerdekaan negara itu dari Uni Eropa juga membuatnya agak kebal terhadap segala peristiwa politik dan ekonomi negatif yang terjadi di kawasan itu. Swiss juga merupakan surga pajak bagi orang kaya, yang memanfaatkan fitur keamanan tinggi dan fitur perbankan anonim untuk menghindari pajak.

Nah, selain mata uang safe havens, emas adalah pertimbangan populer bagi para trader forex. Emas dipandang sebagai tempat berlindung yang aman karena simpanan nilai yang telah terbukti, utilitas marketnya, dan harga yang umumnya tidak dipengaruhi oleh keputusan suku bunga dari bank sentral.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here