Forex Mingguan EUR/USD 14 – 18 September 2020

0
106
EUR/USD

Setelah pertemuan European Central Bank (ECB) pada 11 September lalu, Euro mencoba naik dan mencapai 1,1920, tetapi kemudian market berkata lain dan pasangan EUR/USD dengan cepat kembali ke posisi semula.

Seperti yang dibahas minggu lalu, EUR/USD pun tidak bisa keluar dari 1,1700-1,2010 yang telah bergerak selama tujuh minggu. Selain itu, kisaran menyempit menjadi 1,1750-1,1920.

ECB optimis terhadap prospek ekonomi zona euro. Dalam konferensi persnya, Christine Lagarde, mengatakan statistik makro menunjukkan pemulihan yang cepat dalam permintaan domestik dan aktivitas di sektor manufaktur. Namun, dia mengimbau untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap pertumbuhan euro selama lima bulan terakhir. Menurutnya, regulator tidak fokus pada nilai tukar mata uang Eropa itu sendiri, tetapi memantau dampaknya terhadap inflasi.

Setelah pernyataan seperti itu, kurs naik dan bahkan di atas 1,1900. Namun, investor dengan cepat mengingat pembalikan tajam market saham AS, penguatan dolar terhadap latar belakang ini dan dari hari ke hari meningkatkan kemungkinan hard brexit, di mana perekonomian tidak hanya Inggris, tetapi juga UE bisa menderita dengan serius. Akibatnya, pembalikan tajam terjadi, kuotasi jatuh, dan EUR/USD mengakhiri minggu di tempat yang sama di mana ia dimulai, di 1,1840.

EUR/USD Minggu Ini

Indikator tren maupun osilator tidak dapat memberikan sinyal yang jelas setelah tujuh minggu pergerakan sideways di 1.1700-1.2010 dan selesai di tengahnya di 1.1840 (Gambar 1).

Analisis grafis menggambarkan fluktuasi EUR/USD dalam kisaran ini hingga akhir September. Namun, dilihat dari grafiknya, bearish seharusnya mendapatkan keunggulan pada akhirnya, dan awal Oktober akan ditandai dengan penguatan dollar dan penurunan kuotasi EUR/USD ke 1,1600 (Gambar 2)

EUR/USD
Gambar 1

Karena turunnya permintaan untuk aset berisiko dan kekhawatiran hard Brexit, banyak analis memperkirakan Euro akan memperkuat posisinya terhadap pound Inggris, mundur terhadap yen Jepang dan akan melawan dolar tanpa tren yang stabil.

EUR/USD
Gambar 2

Dikutip Reuters, ECB sama sekali tidak peduli dengan nilai tukar, meskipun bank tidak ingin memulai perang dengan Federal Reserve AS.

Menurutnya, tingkat 1,2000 mendekati ekuilibrium dan cocok untuk kedua sisi saat ini. Di saat yang sama, analis Citigroup percayajika EUR/USD tumbuh 5% lagi, ECB akan mulai mengambil langkah untuk melemahkan euro. Apalagi, menurut Reuters, negara-negara selatan zona euro sudah cukup resah dengan penguatan mata uang mereka.

Sementara itu, leading indicators dari Bloomberg menunjukkan pertumbuhan lebih lanjut dalam EUR/USD. Alasannya terletak pada pemulihan ekonomi negara Eropa lainnya yang lebih cepat dibandingkan dengan Amerika Serikat. Negara tercepat di Jerman dan Norwegia, diikuti oleh Prancis, Italia, dan Spanyol.

Penyesuaian terhadap ekspektasi para ahli nanti dipengaruhi oleh pertemuan Fed AS dan konferensi pers berikutnya pada hari Rabu 16 September. Ada kemungkinan kecil regulator akan menurunkan suku bunga saat ini sebesar 0,25%. Tetapi jika terjadi, keseimbangan kekuatan dan situasi market akan berubah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here