Forex Mingguan EUR/USD 7 – 11 September 2020

0
18
EUR/USD

Bagaimana forex mingguan untuk EUR/USD?

Pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada simposium di Jackson Hole masih menjadi yang paling banyak dibicarakan. The Fed dalam kebijakan moneternya menargetkan tingkat inflasi rata-rata 2%. Artinya, regulator tidak akan mengetatkan kebijakan moneternya sekalipun tingkat inflasi melebihi dua persen.

Dengan pidatonya, Powell memberikan pukulan lain terhadap dolar, yang telah menyerah satu demi satu posisi sejak 20 Maret. The printing press yang diluncurkan oleh Federal Reserve selama pandemi dan penurunan suku bunga mengarah pada fakta bahwa, mulai dari 1,0635, pasangan EUR/USD naik di atas 1.2000 minggu lalu. Selama periode ini, euro terapresiasi terhadap mata uang AS sebesar 13%.

Kembali di 2015-16, kepala ECB Mario Draghi memperkenalkan kebijakan suku bunga negatif. Hal ini memungkinkan untuk menurunkan kuotasi mata uang tunggal Eropa menjadi 1,0500, hampir sejajar dengan dollar.

Euro yang lemah berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi di UE, mendukung potensi ekspor zona euro, membuat barang-barangnya lebih murah bagi konsumen luar negeri. Namun, pada tahun 2018, euro kembali menguat hingga mencapai sekitar 1.2000 dan sekarang di 1.2000 lagi.

Pentingnya nilai tukar untuk kesehatan zona euro diumumkan minggu ini oleh Kepala Ekonom ECB Philip Lane dan komentarnya memungkinkan dollar sedikit menguat. Selain itu ada event pada Kamis, 10 September, yaitu pertemuan Bank Sentral Eropa.

Prediksi yang diberikan oleh para ahli selama seminggu terakhir. 60% mengatakan EUR/USD akan bertahan di kisaran harga 1.1700-1.1910. Dan 40% sisanya memilih untuk breakdown dari batas atas channel dan pertumbuhan EUR/USD ke level 1.2000.

Jika melihat pada grafik, terlihat EUR / USD mencapai ketinggian 1,2000. Namun, EUR / USD tidak bisa mendapatkan pijakan di sana dan jatuh ke 1,1780.

EUR/USD Minggu Ini

Adapun prediksi minggu ini, merangkum pandangan sejumlah ahli, serta ramalan yang dibuat atas dasar berbagai metode analisis teknikal dan grafis, sebagai berikut.

Pertemuan European Central Bank (ECB) yang akan datang pada Kamis, 10 September, dan konferensi pers Christine Lagarde dapat memberikan gambaran kepada market tentang potensi apa yang siap digunakan oleh regulator Eropa dalam “perang” melawan Fed di bidang kebijakan moneter dan fiskal.

Analis di Bloomberg percaya bahwa ECB dapat meningkatkan program pembelian aset darurat sebesar € 350 miliar pada akhir tahun 2020, dan volume program lainnya sebesar € 220 miliar. Perluasan pelonggaran kuantitatif Eropa (QE) seperti itu, menurut para ahli, tidak mungkin menguntungkan sistem perbankan “Dunia Lama”, tetapi akan dapat melemahkan euro. Semakin rendah biaya pinjaman antar bank, semakin besar tekanan pada mata uana Eropa.

Namun,  tidak pasti bahwa kemenangan dalam perang mata uang ini akan berada di pihak Eropa. Menurut sejumlah analis Reuters, jika Fed terus mempertahankan suku bunga mendekati nol, dan pemulihan ekonomi zona euro melampaui pemulihan ekonomi AS, tingkat EUR/USD mungkin akan naik ke 1,2100.

Dan 50% memperkirakan bahwa EUR/USD masih akan dapat menembus support di zona 1,1700. 30% analis lainnya percaya EUR/USD bergerak di kisaran 1.1700-1.2010.

EUR/USD

Dan 20% sisanya, didukung oleh analisis grafis pada D1, berharap untuk melihat pasangan ini di level tertinggi 1,2100 pada pertengahan September.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here