Forex Mingguan GBP/USD 14 – 18 September 2020

0
141
GBP/USD

Pound melanjutkan penurunannya dan kehilangan 480 poin selama seminggu, mengakhiri di 1,2797.

Penyebabnya? Alasan penjualan besar-besaran pound oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang memperkenalkan RUU pasar internal kepada Parlemen. Jika disetujui, dokumen ini dapat menggagalkan perjanjian yang telah disepakati tentang penarikan negara dari Uni Eropa (UE).

Menanggapi ini, Brussel mengeluarkan ultimatum ke Inggris menuntut supaya rencana merevisi Perjanjian dibatalkan pada akhir September. Tapi London bertahan dan membuat skenario hard brexit mungkin akan terjadi.

Amerika Serikat turut bergabung, dengan ketua Dewan Perwakilan Kongres Nancy Pelosi mengatakan Amerika tidak akan mendukung kesepakatan perdagangan dengan Inggris jika melanggar Perjanjian Penarikan UE.

Selain itu lambatnya pemulihan ekonomi Inggris dan situasi yang tidak terlalu menggembirakan terkait pandemi virus corona. Kombinasi dari semua faktor ini memberikan banyak tekanan pada pound.

GBP/USD Minggu ini

Mata uang Inggris akan mampu menghentikan kejatuhan, berbalik dan mulai bergerak ke atas berhubungan dengan situasi saat ini antara London dan Brussel.  Situasinya serius, karena masa depan Inggris bergantung padanya. Dan ekonomi UE, dalam kasus hard brexit, juga akan menerima dampaknya.

Sebagian besar ahli (60%) memprediksi GBP/USD turun lebih jauh. Mereka didukung oleh 100% indikator tren pada H4 dan 80% pada D1, serta 85% osilator pada kedua kerangka waktu.

Adapun 40% pendukung bulls, analisis grafis pada D1, memberikan sinyal bahwa GBP/USD oversold.

Level support adalah 1,2650, 1,2465 dan 1,2250,(1) dan resistence adalah 1,3000, 1,3050, 1,3185, 1,3265. (2).

Adapun peristiwa ekonomi penting untuk pasangan GBP/USD ini adalah pada 14 September ketika Parlemen akan memberikan suara pada ketentuan Brexit dan laporan inflasi.

Data pasar tenaga kerja Inggris akan muncul pada hari Selasa 15 September, diikuti oleh data pasar konsumen pada 16 September. Peningkatan volatilitas diperkirakan terjadi pada Kamis, 17 September, saat pertemuan Bank of England diadakan pada hari itu di mana isu-isu tentang suku bunga dan volume pembelian aset di bawah program QE akan diselesaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here