Forex Mingguan USD/JPY 31 Agustus-4 September 2020

0
17
USD/JPY

Pasangan USD/JPY telah ditradingkan dikisaran 105,10-107,00 selama empat minggu terakhir.  Namun, volatilitasnya telah meningkat secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. Alasan utamanya bukanlah pidato dari Kepala The Fed, Jerome Powell, melainkan berita bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berniat mundur karena alasan kesehatan.

Abe akan mundur memungkinkan yen menguat 175 poin. Mengapa terjadi?

Sebab Abe menjabat sebagai Perdana Menteri untuk waktu yang paling lama sejak akhir Perang Dunia II, dan bersama dengan kepala Bank Jepang, Haruhiko Kuroda.

Keduanya melakukan segalanya menguatkan mata uang nasional dengan cara apa pun, termasuk suku bunga negatif. Suku bunga negatif adalah suku bunga dalam persentase di bawah nol per tahunnya, yang diterapkan oleh bank sentral dengan tujuan supaya bank-bank komersial menyalurkan dananya ke masyarakat, bukannya menyimpan uangnya di bank sentral saja.

Kebijakan Abe dan Kuroda disebut “Abenomics”, meski banyak yang percaya kebijakan itu disebut sebagai “Kurodanomics”.  Shinzo Abe akan mundur begitu pula “abenomics”nya.

USD/JPY Minggu Ini

Perkiraan untuk pasangan USD/JPY serupa dengan yang diberikan mata uang untuk euro dan pound. Sebagian besar indikator menunjukkan pelemahan dollar lebih lanjut, sebagian besar ahli, sebaliknya pada penguatannya.

100% indikator tren dan 75% osilator dicat merah. Sisa 25% osilator pada kedua kerangka waktu, H4 dan D1, menandakan bahwa pasangan ini oversold.

USD/JPY

65% analis percaya bahwa pasangan USD/JPY tidak akan meninggalkan batas koridor 105,10-107,00, dan hanya 35% mempertimbangkan kemungkinan ke terendah angka 31 Juli di 104,18.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here