GBP/JPY Setelah Rilis Data Penjualan Industri dan Ritel Jepang

0
477
GBP/JPY

Pasangan mata uang GBP/JPY turun 0,30% setelah data produksi industri dan penjualan ritel dari ekonomi Jepang dirilis. Produksi industri masih mengecewakan -13,3% tetapi angka ini lebih baik dari -15,5% yang diharapkan oleh analis.

Penjualan ritel juga negatif dan menentang ekspektasi ekonom dengan cetakan -1,3% versus -3,5%. Sementara Pound ada sedikit peningkatan pada angka PDB akhir untuk kuartal kedua.

Pembuat kebijakan dari Bank of England akan bertemu nanti dan Andrew Haldane akan memberikan pidato sehingga hal ini dapat berdampak pada pound.

Sterling didorong dalam sesi terakhir setelah Dave Ramsden dari BoE menyarankan bahwa suku bunga 0,1% kemungkinan adalah batas bawah untuk ekonomi Inggris. Hal ini bertentangan dengan risalah pertemuan Kebijakan Moneter sebelumnya, yang menunjukkan bahwa bank telah membahas suku bunga negatif dengan tujuan untuk menerapkannya pada akhir tahun.

Di sisi Brexit, kepala negosiator UE Michel Barnier memuji “desas-desus” yang meningkat dalam pembicaraan antara kedua pihak yang bertujuan untuk mengamankan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

RUU Pasar Internal yang kontroversial mengeluarkan pembacaan ketiga di Parlemen dengan suara mayoritas 84. RUU tersebut bertujuanĀ  melindungi perdagangan bebas antara negara-negara Inggris setelah masa transisi berakhir. RUU tersebut menerima kritik karena mengubah perjanjian asli UE.

GBP/JPY lebih rendah setelah bounce dari level support 134,00. Ini akan menjadi level penting di hari-hari mendatang. Penutupan di bawah level ini akan menandakan penurunan lebih lanjut di depan, tetapi jika pembeli muncul lagi, GBP/JPY mungkin akan keluar dari level 136,00 dan berusaha untuk bergerak lebih tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here