GBP/USD Akan Semakin Berfluktuasi di Minggu Terakhir Negosiasi Brexit

0
159
GBP/USD

Nilai tukar Pound Dolar AS (GBP/USD) berdetak lebih tinggi, menguat karena optimisme Brexit. Nilai tukar GBP/USD diperdagangkan pada sekitar $ 1,2960, naik sekitar 0,3% dari level pembukaan pagi ini.

Pound (GBP) akan menghadapi peningkatan volatilitas dalam beberapa hari mendatang saat  memasuki minggu terakhir pembicaraan perdagangan Inggris-UE sebelum batas waktu 15 Oktober.

Sementara kedua belah pihak telah menyetujui pentingnya menemukan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit. Namun pembicaraan tersebut diperkirakan masih menemui jalan buntu mengenai beberapa masalah utama, termasuk aturan yang mengatur subsidi negara serta hak menangkap ikan.

Akibatnya, risiko Brexit tanpa kesepakatan akan membuat nilai tukar GBP sangat sensitif terhadap berita utama dalam beberapa hari ke depan.

Tetapi volalititas apa pun dalam Sterling terbukti terbatas mengingat optimisme bahwa kesepakatan masih dapat ditemukan, seperti kesepakatan UE tahun lalu.

Ada juga spekulasi bahwa batas waktu yang diberlakukan minggu depan dapat dengan mudah diubah jika pembicaraan memasuki apa yang disebut ‘terowongan’, di mana negosiasi diintensifkan.

Mengingat potensi kenaikan di Pound, jika kesepakatan ditemukan di hari yang akan datang atau ‘terowongan’ ini dimasuki, maka diprediksi Sterling akan meroket, dengan nilai tukar GBP/USD kemungkinan akan mempertahankan pergerakan di atas $ 1,32.

Sementara itu, prospek Dolar AS terliha berombak alih-alih karena pemilu AS.

Dengan bulan terakhir kampanye dibalik oleh diagnosis virus korona Donald Trump, dan kekhawatiran bahwa pemilu dapat berlangsung lebih dari 3 November, kemungkinan daya tarik safe-haven Dolar AS diperkuat.

Mitul Kotecha, dari Econometer.org, mengatakan dalam pemilihan yang sudah penuh dengan berbagai masalah, infeksi Covid Presiden Trump telah menambah lapisan ketidakpastian.

“Dolar AS mengakhiri penguatan minggu lalu dan tren ini kemungkinan akan terus berlanjut mengingat ketidakpastian tentang peristiwa di minggu-minggu mendatang, yang terlepas dari fakta bahwa sebagian besar ketidakpastian ini dipimpin oleh AS, kemungkinan masih akan mengarah pada beberapa permintaan dolar safe haven.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here