Golden Cross vs Death Cross dalam Trading Forex

0
9
golden cross vs death cross

Sebelum kita membahas tentang Golden Cross vs Death Cross, kita perlu memahami dulu apa itu Moving Average (MA). Singkatnya, MA adalah garis yang diplot di atas grafik harga yang mengukur harga rata-rata aset untuk jangka waktu tertentu. Misalnya, MA 200 hari akan mengukur harga rata-rata aset dalam 200 hari terakhir.

Apa itu golden cross?

Golden cross adalah pola grafik yang melibatkan pergerakan moving average jangka pendek di atas moving average jangka panjang.

Biasanya, MA 50 hari digunakan sebagai rata-rata jangka pendek, dan MA 200 hari digunakan sebagai rata-rata jangka panjang.  Biasanya, golden cross terjadi dalam tiga fase:

  • MA jangka pendek berada di bawah MA jangka panjang selama tren turun.
  • Tren berbalik, dan MA jangka pendek memotong di atas MA jangka panjang.
  • Tren naik dimulai saat MA jangka pendek tetap di atas MA jangka panjang.

Dalam banyak kasus, golden cross dapat dianggap sebagai sinyal bullish. Bagaimana bisa? Kita tahu bahwa MA mengukur harga rata-rata suatu aset selama durasi yang diplot. Dalam hal ini, ketika MA jangka pendek berada di bawah MA jangka panjang, itu berarti bahwa tindakan harga jangka pendek adalah bearish dibandingkan dengan tindakan harga jangka panjang.

Sekarang, apa yang terjadi ketika rata-rata jangka pendek melintasi di atas rata-rata jangka panjang? Harga rata-rata jangka pendek lebih tinggi dari harga rata-rata jangka panjang. Hal ini menunjukkan potensi pergeseran ke arah tren market dan inilah mengapa golden cross dianggap bullish.

Dalam interpretasi, golden cross melibatkan MA 50-hari melintasi di atas MA 200-hari. Namun, gagasan di balik golden cross adalah moving average jangka pendek melintasi moving average jangka panjang. Dalam pengertian ini, juga bisa mendapatkan golden cross yang terjadi pada time frame lain (15 menit, 1 jam, 4 jam, dll.). Namun, sinyal time frame yang lebih tinggi cenderung lebih dapat diandalkan daripada sinyal time frame yang lebih rendah.

Apa itu Death Cross?

Death cross pada dasarnya adalah kebalikan dari golden cross. Death cross adalah pola grafik di mana MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang. Misalnya, MA 50 hari memotong ke bawah MA 200 hari. Dengan demikian, Death cross biasanya dianggap sebagai sinyal bearish.

Biasanya, death cross terjadi dalam tiga fase:

  • MA jangka pendek berada di atas MA jangka panjang selama tren naik.
  • Tren berbalik, dan MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang.

Death cross adalah sinyal bearish. Rata-rata jangka pendek melintasi di bawah rata-rata jangka panjang yang mengindikasikan market bearish.

Death cross telah memberikan sinyal bearish  seperti pada tahun 1929 atau 2008. Death cross juga dapat memberikan sinyal yang salah, misalnya, pada tahun 2016.

Golden cross vs death cross apa perbedaannya?

Antara golden cross vs death cross pada dasarnya adalah berlawanan satu sama lain. Golden cross dapat dianggap sebagai sinyal bullish, sedangkan death cross merupakan sinyal bearish. Keduanya dapat dikonfirmasi dengan volume trading yang tinggi. Beberapa analis teknis juga dapat memeriksa indikator teknis lainnya ketika melihat konteks crossover ini. Contohnya menggunakan Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Relative Strength Index (RSI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here