Indikator Teknis Forex Terbaik (Bag 2)

0
3
Indikator Teknis

1. Indikator Teknis CCI

analisis teknis
Indikator CCI atau Commodity Channel Index dikembangkan pada tahun 1980 oleh Donald Lambert. Indikator teknis ini membandingkan harga saat ini terhadap harga rata-rata selama periode waktu tertentu dan berfluktuasi di atas atau di bawah garis nol.

Sekitar 75% dari semua nilai CCI berada dalam kisaran antara -100 dan +100, dengan nilai di atas kisaran tersebut menandakan perubahan harga yang sangat kuat terhadap harga rata-rata. Indikator teknis CCI dapat digunakan di berbagai jenis market, termasuk market saham dan Forex.

Day trader biasanya menerapkan indikator teknis ini ke grafik jangka pendek untuk mendapatkan lebih banyak sinyal rading. Selain itu, ketika diterapkan pada kerangka waktu yang lebih pendek, CCI mengembalikan lebih banyak sinyal trading daripada ketika diterapkan pada grafik jangka panjang. Saat CCI naik di atas +100, ini menandakan peluang beli, dan saat CCI turun di bawah -100, ini menandakan peluang jual.

2. Fibonacci

Meskipun Fibonacci bukanlah indikator teknis biasa, Fibonacci masih menjadi salah satu alat paling efektif yang dapat digunakan trader untuk trading. Fibonacci didasarkan pada deret angka Fibonacci, seperti: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55…

Jika membagi dua angka berurutan, hasilnya selalu sama: 0,618, disebut juga rasio emas. Rasio ini digunakan dalam Fibonacci untuk menentukan kemungkinan level retracement di market yang sedang tren. Level Fibonacci utama lainnya termasuk level 38,2% dan 50%.

Saat trading di level retracement Fibonacci, jangan terlalu fokus pada level yang tepat. Sebaliknya, pikirkan tentang level Fibonacci sebagai “zona” di mana harga memiliki probabilitas lebih tinggi untuk menelusuri kembali dan melanjutkan ke arah tren yang mendasarinya. Misalnya, zona antara 38,2% dan 61,8% dapat dianggap sebagai zona support penting selama tren naik dan zona resistensi selama tren turun.

3. Stochastics

analisis teknis

Indikator teknis Stochastics adalah osilator yang membandingkan harga yang sebenarnya dengan kisaran harga selama periode waktu tertentu. Penafsiran indikator Stochastics sangat mirip dengan indikator RSI: Trader mencari level overbought dan oversold di Stochastics untuk menentukan apakah akan membeli atau menjual.

Namun, tidak seperti indikator RSI di mana level overbought dan oversold muncul pada pembacaan indikator 70 dan 30 (dalam pengaturan default), saat menggunakan indikator Stochastics, trader melihat level 80 dan 20.

Stochastics memiliki kelemahan yang mirip dengan RSI. Sementara indikator berfungsi dengan baik di ranging market, ia mulai mengembalikan sinyal palsu saat market mulai tren. Itulah mengapa lebih baik menggabungkan berbagai jenis indikator, seperti osilator dan indikator pengikut tren misalnya

4. ADX

analisis teknis

Average Directional Movement Index atau ADX adalah indikator mengikuti tren yang dapat digunakan untuk menentukan arah dan kekuatan tren yang mendasarinya.

Indikator ADX terdiri dari tiga garis: Garis ADX, garis + DI, dan garis –DI. Garis + DI dan –DI menentukan arah tren. Ketika garis + DI memotong di atas garis –DI, market sedang memasuki tren naik, dan ketika garis –DI memotong ke atas garis + DI, market memasuki tren turun.

Garis ADX digunakan untuk menentukan kekuatan tren: Angka di atas 25 biasanya menandakan tren yang lemah, angka antara 25 dan 50 menandakan tren yang kuat, dan angka di atas 50 merupakan tren yang sangat kuat.

Indikator ADX paling baik digunakan saat trading harian dengan pendekatan mengikuti tren. Jika pembacaan mencapai 25 atau lebih, anda bisa menunggu kemunduran untuk masuk ke arah tren yang mendasarinya.

Indikator ini juga dapat dikombinasikan dengan osilator untuk mengurangi jumlah sinyal palsu. Misalnya, jika ADX menunjukkan bahwa market sedang tren, jangan perhatikan pembacaan overbought dan oversold pada indikator RSI atau Stochastics.

5. ATR

analisis teknis

Indikator Average True Range (ATR) adalah indikator teknis yang mengukur volatilitas market dengan mengambil yang terbesar dari yang berikut: tinggi saat ini dikurangi rendah saat ini, nilai absolut dari tinggi saat ini dikurangi penutupan sebelumnya, dan nilai absolut dari terendah saat ini dikurangi penutupan sebelumnya.

Indikator ATR kemudian mengambil rata-rata dari nilai-nilai tersebut untuk periode waktu yang telah ditentukan sebelumnya dan memplotkannya dalam bentuk moving average pada grafik.

Sebagai ukuran volatilitas, ATR sering digunakan oleh day trader untuk menghitung level stop-loss.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here