Investasi dan Trading: Apa Bedanya?

0
179
investasi

Investasi dan trading adalah dua metode yang berbeda untuk mendapatkan keuntungan di market finance.

Baik investor maupun trader mencari keuntungan melalui partisipasinya di market. Secara umum, investor mencari keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu yang lama melalui pembelian dan kepemilikan. Trader, sebaliknya, memanfaatkan market yang naik dan turun untuk masuk dan keluar dari posisi dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Perbedaan Investasi dan trading

1.Investasi

Tujuan investasi adalah membangun kekayaan secara bertahap dalam jangka waktu yang lama melalui pembelian dan kepemilikan portofolio saham, reksa dana, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.

Investor seringkali meningkatkan keuntungannya melalui penggabungan atau menginvestasikan kembali keuntungan dan dividen menjadi saham tambahan.

Investasi sering kali disimpan selama beberapa tahun, atau bahkan puluhan tahun, dengan memanfaatkan keuntungan seperti bunga, dividen, dan lainnya.

Sementara market pasti berfluktuasi, investor akan “keluar” dari tren turun dengan ekspektasi bahwa harga akan pulih dan kerugian pada akhirnya akan pulih. Investor biasanya lebih peduli dengan market fundamental, seperti rasio harga terhadap pendapatan dan perkiraan manajemen.

2. Trading

Trading melibatkan transaksi yang lebih sering, seperti pembelian dan penjualan saham, komoditas, pasangan mata uang, atau instrumen lainnya.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan pengembalian yang cepat. Sementara investor mungkin puas dengan pengembalian tahunan 10% hingga 15%, trading mencari pengembalian 10% setiap bulan.

Keuntungan trading dihasilkan dengan membeli dengan harga lebih rendah dan menjual dengan harga lebih tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Keuntungan trading dilakukan dengan menjual pada harga yang lebih tinggi dan membeli untuk menutupi dengan harga yang lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan di market

Trader mencari keuntungan dalam periode waktu tertentu dan sering menggunakan perintah stop-loss yang secara otomatis menutup posisi yang rugi pada tingkat harga yang telah ditentukan.

Trader sering menggunakan alat analisis teknis, seperti moving averages dan osilator stokastik, untuk menemukan pengaturan trading probabilitas tinggi.

Gaya trading mengacu pada jangka waktu atau periode penahanan di mana saham, komoditas, atau instrumen perdagangan lainnya dibeli dan dijual. Trader dibagi menjadi empat kategori:

  • Position Trader: Posisi trading dari bulan ke tahun.
  • Swing Trader: Posisi trading dari hari ke minggu.
  • Day Trader: Posisi trading sepanjang hari
  • Scalp Trader: Posisi tradingĀ  selama beberapa detik hingga menit.

Trader sering memilih gaya tradingnya berdasarkan faktor-faktor seperti ukuran akun, jumlah waktu yang dapat digunakan untuk trading, tingkat pengalaman, kepribadian, dan toleransi risiko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here