Memahami Chart Candlesticks

0
14
candlesticks

Belajar membaca chart candlesticks adalah titik awal yang bagus untuk setiap trader yang ingin mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana membaca charts forex.

Chart Candlesticks dapat membantu menginformasikan kepada trader tentang pergerakan harga dan membantu membentuk opini tren, menentukan entri, dan lainnya.

Ada tiga titik yang membuat Candlesticks, yaitu pembukaan, penutupan, dan sumbu. Candle akan berubah menjadi hijau (warnanya tergantung pada pengaturan grafik) jika harga penutupan di atas pembukaan. Candle akan berubah menjadi merah jika harga penutupan (closed) di bawah pembukaan (open).

  • Open price: Open price menggambarkan harga tradingan pertama selama pembentukan candle baru.
  • High price: Bagian atas sumbu atas. Jika tidak ada sumbu atas, maka harga tertinggi adalah harga buka candle bearish atau harga penutupan candle bullish.
  • Low price: Bagian bawah sumbu bawah. Jika tidak ada sumbu yang lebih rendah, maka harga rendah adalah harga terbuka candle bullish atau harga penutupan candle bearish.
  • Close price: Harga penutupan adalah harga terakhir yang ditradingkan selama pembentukan candle.

Candlestick

Mengapa trader cenderung menggunakan Candlesticks?

Candlestick adalah chart paling populer di kalangan trader forex. Candlestick menyoroti pembukaan dan penutupan periode waktu, berbeda daripada bagan lain, seperti chart bar atau charts line.

Candlestick charts memiliki kelebihan:

  • Pergerakan harga forex dirasakan lebih mudah pada Candlesticks charts dibandingkan dengan yang lain.
  • Lebih mudah untuk mengenali pola harga dan aksi harga pada Candlesticks. Candlesticks juga menawarkan lebih banyak informasi dalam hal harga (buka, tutup, tinggi dan rendah) daripada line charts.

Cara trading menggunakan Candlesticks

Formasi candlesticks digunakan oleh trader sebagai titik masuk dan keluar di market. Candlestick membentuk formasi candle, seperti hanging man, hammer, shooting star, dan banyak lagi. Candlestick juga membentuk berbagai pola harga triangles, wedges, dan head and shoulders.

Trading forex menggunakan formasi candle:

1. The hanging man

Formasi candle the hanging man adalah formasi candlestick yang menunjukkan peningkatan tajam dalam tekanan jual pada uptrend. Hal ini ditandai dengan sumbu bawah yang panjang, sumbu atas pendek, body kecil dan tutup (closed) di bawah pembukaan (open). Ini adalah sinyal bearish bahwa market akan melanjutkan tren menurun.

Belajar mengenali candle hanging man dan formasi candle lainnya adalah cara ntuk mempelajari beberapa sinyal masuk dan keluar saat menggunakan charts candlestick.

Jika trader menggunakan the hanging man untuk melakukan tradingan jangka pendek pendek, harus menempatkan stop loss dan take profit dengan positive risk-reward ratio.

2. The Shooting Star

Formasi candle the shooting star, seperti hangman, adalah candle pembalikan bearish yang terdiri dari sumbu setengah dari panjang candle. Sumbu panjang menunjukkan bahwa penjual melebihi pembeli.

Trader dapat memanfaatkan candle the shooting star dengan melakukan trading jangka pendekĀ  setelah candle the shooting star closed. Trader kemudian dapat menempatkan stop loss di atas candle the shooting star.

3. Hammer

Pembentukan candle hammer pada dasarnya adalah kebalikan dari candle shooting star. Ini adalah candle bullish yang menandakan bahwa kenaikkan mulai melebihi bearish. Hal ini ditandai dengan sumbu panjang dan body kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here