Memahami Gap Forex di Market

0
3
Gap forex

Ruang kosong antara penutupan satu candle dan pembukaan candle berikutnya disebut gap forex. Gap adalah jeda harga tanpa trading diantara.

Gap forex dapat terjadi baik ke arah atas maupun ke bawah. Berbeda dengan market saham,  forex beroperasi 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Biasanya selama akhir pekan gap dapat dilihat.

Saat market forex buka pada hari Senin, terlihat harga-harga mengalami lonjakan atau penurunan, dari harga penutupan pada hari Jumat. Salah satu alasannya adalah meskipun trader retail beroperasi 24/5, trader institusional beroperasi 24/7. Jual beli berlangsung terus menerus, bahkan selama akhir pekan, untuk bank sentral dan organisasi terkait. Oleh karena itu, berdasarkan penawaran dan permintaan, harga pun berubah.

Gap juga dapat terjadi setelah rilis berita penting dan laporan ekonomi. Rilis berita ini juga bisa terjadi selama akhir pekan. Dengan 52 minggu dalam setahun, gap akhir pekan adalah gap paling umum yang ditemukan di market forex.

Pentingnya gap forex

Gap penting untuk mengukur sentimen pasar. Ketika gap market naik, itu berarti bahwa tidak ada trader yang mau mengambil posisi pendek di level gap. Jika gap market turun, itu berarti tidak ada trader yang mau mengambil posisi beli di level gap. Gap juga dapat menyebabkan koreksi harga pada waktu tertentu.

Setelah gap terjadi, harga cenderung berbalik dan “mengisi” gap. Ketika gap telah terisi, itu berarti harga telah berbalik ke level pra-gap semula. Jika gap diisi pada hari yang sama saat gap tersebut terjadi, hal itu disebut sebagai “fading”.

Trader memulai trading gap Minggu malam dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini karena secara teknis bisa dikatakan harga akan selalu mengisi gap tersebut. Namun, perlu dicatat  gap tidak dapat diisi segera setelah terbentuk. Mungkin diperlukan 200 pip dari arah yang berlawanan sebelum harga terisi. Terkadang, gap membutuhkan waktu hingga dua hari untuk terisi, ketika harga bergerak 80 pips ke arah yang berlawanan sebelum kembali untuk mengisi gap tersebut.

Trader mungkin melihat sinyal palsu yang dibuat oleh gap  tersebut. Harga seringkali hanya dapat mengisi sebagian dari area gap. Sekarang mari kita lihat beberapa gap forex yang biasanya terlihat.

1. Breakaway 

Gap ini terjadi di akhir pola harga, untuk menunjukkan permulaan tren baru. Harga keluar dari fase konsolidasi dan berlanjut ke atas atau ke bawah, dengan momentum yang kuat, sedemikian rupa sehingga gap tertinggal. Ini biasanya dipicu oleh breaking event.

2. Runaway /Continuation 

Gap ini terbentuk dalam tren, menunjukkan kelanjutan tren. Ketika dikombinasikan dengan tools price action seperti level support dan resistance, trend lines atau titik pivot, gap ini bisa menjadi yang paling aman untuk ditradingkan. Trader biasanya menunggu gap  ditutup, sebelum mereka mengasumsikan kelanjutan momentum harga dalam arah tren yang ada.

3. Exhaustion 

Gap juga terjadi di dekat akhir pola harga. Gap Ini jarang ditemukan di market forex.

4. Common 

Gap random price yang tidak dapat ditempatkan dalam pola harga adalah gap common. Ini adalah yang paling “umum” yang terjadi saat market buka pada senin pagi, setelah akhir pekan. Gap ini kemungkinan besar diisi oleh beberapa bar harga, dan oleh karena itu dapat digunakan untuk strategi trading intraday.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here