Mengapa Perlu Broker Forex yang Teregulasi untuk Trading?

0
9
broker forex

Market forex adalah market terbesar di dunia di mana omsetnya bisa mencapai triliunan dollar. Oleh karenanya banyak trader “ngebet” ingin mendapat profit dengan melakukan trading di market forex.

Namun, untuk setiap trader baik yang sudah berpengalaman ataupun baru, langkah pertama adalah mendaftar dengan broker forex untuk dapat trading di market forex.

Berhubung risikonya tinggi dan mudah kehilangan uang di pasar forex, direkomendasikan bahwa yang terbaik bagi trader adalah menggunakan broker forex yang sudah teregulasi untuk trading.

Beberapa alasan mengapa perlu broker forex yang teregulasi

Alasan # 1: Memilih broker forex yang diatur harus menjadi prioritas teratas karena risiko yang terlibat dalam market forex sangat tinggi. Broker yang teregulasi adalah broker yang berkomitmen untuk mengikuti beberapa standar dan aturan dasar yang berkaitan dengan market forex yang dibentuk oleh otoritas regulasi.

Alasan # 2: Broker forex yang teregulasi akan menjadi broker yang memiliki reputasi baik di market dan kemungkinan besar ingin mempertahankannya. Memiliki reputasi yang baik di market forex tidak mudah didapat dan broker forex akan bekerja keras untuk mendapatkan namanya.

Dalam konteks ini, penting juga bagi trader untuk mengetahui apakah broker benar-benar teregulasi. Untuk ini trader dapat memeriksanya ke otoritas regulasi keuangan terkait.

Alasan # 3: Ulasan pelanggan merupakan ide bagus untuk memeriksa broker forex. Broker yang teregulasi memiliki sejumlah ulasan positif yang merupakan salah satu alasan mengapa trader harus bekerja dengan broker yang teregulasi. Mereka akan berada dalam posisi membantu trader mendapatkan profit dalam trading.

Alasan # 4: Broker yang tergulasi akan berkomitmen untuk mengikuti beberapa aturan yang ditetapkan oleh otoritas pengatur keuangan. Sebagai bagian dari aturan ini, broker forex yang teregulasi perlu menyerahkan laporan akun kepada otoritas untuk tujuan audit secara berkala. Oleh karena itu, broker tersebut akan dipaksa untuk mengikuti disiplin keuangan dalam hal menjaga laporan keuangan.

Alasan # 5: Jika broker memiliki lebih dari satu cabang yang fungsional dan beroperasi di negara atau kota yang berbeda, trader harus ingat bahwa broker harus terdaftar dengan lebih dari satu regulator, yaitu otoritas yang sesuai untuk setiap negara.

Sebagai contoh, broker teregulasi di AS akan berada di bawah lingkup NFA dan CFTC. Di Inggris, broker akan diatur oleh FCA. Di Indonesia legalitas broker forex lokal dapat ditelusuri di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Faktor-faktor lain seperti kemudahan penarikan dana, fungsi dukungan pelanggan, alat edukasi dan lainnya adalah karakteristik dasar yang membedakan broker yang teregulasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here