Menentukan Overbought dan Oversold Menggunakan 2 Indikator

0
4
Overbought dan Oversold

Sebagai trader, mampu mengidentifikasi kondisi market yang overbought dan oversold dapat membantu menentukan kapan harus masuk dan keluar dari trading, posisi apa yang harus diambil dan kapan pembalikan tren mungkin akan terjadi.

Indikator populer yang digunakan untuk mengidentifikasi overbought dan oversold adalah relative strength index (RSI) dan stochastic oscillator. Kedua indikator tersebut adalah indikator momentum dan diplot pada grafik terpisah yang berdekatan dengan pergerakan harga.

Indikator ini juga merupakan banded oscillators dan, dengan demikian, memiliki rentang grafik yang ditetapkan antara 0-100. Pembacaan overbought dan oversold mengakhiri bands / pita atas dan bawah, atau ekstrem.

Stochastic Oscillator untuk mengidentifikasi overbought dan oversold

Pada grafik stochastic, pembacaan yang berada dalam kisaran 80-100 dianggap overbought dan pembacaan yang berada di antara 0-20 dianggap oversold.

Konsep analitis dari support dan resistance menyatakan bahwa ketika harga mencapai ambang batas overbought atau oversold yang ekstrim, harga akan berbalik. Oleh karena itu, pembacaan stochastic yang overbought diartikan sebagai sinyal bearish (jual) karena momentum harga diperkirakan akan bergerak berlawanan arah. Sebaliknya, pembacaan oversold dianggap sebagai sinyal bullish (beli), mengantisipasi kenaikan momentum harga.

Meskipun demikian, angka di atas 80 atau di bawah 20 belum tentu merupakan ajakan untuk masuk ke trading. Dalam beberapa kasus, aset dapat tetap overbought atau oversold untuk jangka waktu yang lama jika tren harga tetap kuat.

Berinvestasi ke arah tren yang kuat akan membatasi jumlah risiko dan melindungi dari memasuki trading terlalu cepat. Sebelum bertindak berdasarkan pembacaan overbought dan oversold, periksa grafik price action anda dan gunakan indikator tren seperti moving average convergence/divergence (MACD) untuk mengkonfirmasi arah dan kekuatan tren saat ini.

Untuk lebih memvalidasi sinyal beli dan jual yang dihasilkan oleh pembacaan stochastic overbought dan oversold, trader juga mencari divergensi dan crossover garis sinyal. Divergensi terjadi ketika price action mencapai titik tertinggi atau terendah baru dan stochastic oscillator gagal untuk mengikutinya.

Menggunakan RSI untuk mengidentifikasi  overbought dan oversold

Tidak seperti Stochastic Oscillator, RSI tidak menggunakan simple moving average sebagai garis sinyal kedua oleh karena itu tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi crossover.

Meskipun RSI menggunakan rumus yang berbeda, RSI juga mengukur momentum harga dan digunakan untuk mengidentifikasi pembacaan overbought dan oversold.

Meskipun osilator stokastik dan RSI memiliki rentang grafik yang sama, pembacaan RSI di atas 70 umumnya dianggap overbought dan angka di bawah 30 dianggap oversold (berlawanan dengan 80 dan 20 pada osilator stokastik).

Ketika RSI naik ke atas 70 dan kemudian turun kembali di bawah ambang batas oversold ini, hal itu dianggap mengindikasikan bahwa tren akan berbalik dan harga akan turun. Berdasarkan premis ini, pergerakan RSI dipahami sebagai bearish. Demikian pula, ketika RSI turun di bawah 30 dan kemudian melintasi kembali di atas garis 30, itu dipahami sebagai bullish, mengantisipasi kenaikan harga yang sesuai.

Seperti halnya stochastic oscillator, sinyal beli dan jual RSI harus selalu dievaluasi dalam konteks tren saat ini untuk meminimalkan risiko. Misalnya, jika harga membentuk tren naik yang kuat, trader harus mengabaikan pembacaan oversold yang menentang tren saat ini sampai mereka dapat mengkonfirmasi pembalikan yang sesuai.

Meskipun dimungkinkan untuk mendapat untung dengan bertindak berdasarkan pembacaan overbought dan oversold yang menentang tren pasar secara keseluruhan, strategi ini mengharuskan trader untuk membuat entri dan exit cepat.

Kapan Menggunakan Stochastic Oscillator dan RSI

Secara umum, Stochastic Oscillator adalah indikator yang lebih baik di market yang bergejolak di mana pergerakan harga tidak menentu. Karena tidak bergantung pada informasi tren untuk menunjukkan kondisi overbought dan oversold, Stochastic Oscillator menawarkan informasi tentang aset forex non-arus utama yang pergerakan harganya memiliki sedikit korelasi jika ada dengan aktivitas masa lalu.

Sebaliknya, RSI menggunakan informasi tren ini, yang menjadikannya indikator yang buruk untuk digunakan dalam situasi di mana aktivitas harga tidak stabil. Tetapi untuk pasangan mata uang utama, ini bisa menjadi indikator yang berharga,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here