Pasar Forex, Menakar Ukuran dan Likuiditasnya

0
6
pasar forex

Pasar Forex seperti diketahui bersifat Interbank atau OTC (Over The Counter). Tidak seperti Bursa Efek New York (NYSE) atau London Stock Exchange (LSE), pasar forex ini tidak memiliki lokasi fisik maupun bursa sentral.

Pasar forex dianggap sebagai pasar bebas (OTC) karena seluruh marketnya ini dijalankan secara elektronik dalam jaringan bank dan terus menerus selama 24 jam. Artinya  pasar Forex tersebar di seluruh dunia tanpa adanya lokasi pusat.

Ya! Trading forex pun dapat dilakukan dimana saja selama kita memiliki koneksi Internet.

Pasar forex sejauh ini juga menjadi pasar keuangan terbesar dan terpopuler di dunia, diperdagangkan secara global oleh sejumlah besar individu dan organisasi.

Di Pasar Forex, Dollar jadi Raja

Dan dollar Amerika Serikat atau dollar AS adalah mata uang yang paling sering di-tradingkan dalam pasar forex. Sekitar 84,9% dari semua transaksi melibatkan dollar AS di pasar forex. Sementara mata uang euro berada di posisi kedua dengan 39,1%. Sedangkan yen berada di posisi ketiga dengan 19,0%.

Jumlah 84,9% tentu bukan jumlah main-main. Menjadi sebuah keharusan bagi trader untuk memperhatikan Dollar AS ini. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), dollar AS terdiri sekitar 62% dari cadangan devisa resmi dunia. Cadangan devisa adalah aset yang disimpan pada cadangan oleh bank sentral dalam mata uang asing.

Selain itu, ada juga alasan signifikan lainnya mengapa dollar AS memainkan peran sentral dalam pasar forex. Ekonomi Amerika Serikat adalah ekonomi terbesar di dunia. Dollar AS adalah mata uang cadangan dunia. Amerika Serikat juga memiliki pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia. Tak hanya itu Amerika Serikat adalah satu-satunya negara adikuasa militer dunia.

Dollar AS adalah alat tukar untuk banyak transaksi lintas batas negara. Misalnya, minyak dihargai dalam dollar AS. Juga disebut “petrodolar.” Jadi, jika Meksiko ingin membeli minyak dari Arab Saudi, itu hanya bisa dibeli dengan dollar AS. Jika Meksiko tidak memiliki dollar, ia harus menjual peso terlebih dahulu dan membeli dollar AS.

Spekulasi di Pasar Forex

Satu hal penting yang perlu diperhatikan di pasar forex sebagian besar trading didasarkan pada spekulasi. Dengan kata lain, sebagian besar volume trading berasal dari trader yang membeli dan menjual berdasarkan pergerakan harga dari pasangan mata uang atau currency pair.

Dan spekulasi adalah salah satu hal yang tak terpisahkan dari trading forex. Setiap trader pada titik tertentu, harus memilih antara membeli atau menjual dan berkomitmen pada suatu posisi berdasarkan analisisnya meskipun tidak ada jaminan kesuksesan dan mendapat untung besar.

Seringkali, dalam melakukan transaksi spekulan membeli mata uang saat di posisi lemah dan menjualnya ketika kuat. Juga saat nilai tukar mata uang tersebut diperkirakan akan meningkat di masa depan, maka spekulan membeli dan menjual di tempat mata uang yang dibeli olehnya dan juga sebaliknya.

Spekulasi dikatakan memiliki dampak stabilisasi dan destabilisasi pada nilai tukar. Seperti, jika spekulan membeli mata uang saat murah dan menjual ketika itu mahal, dikatakan memiliki efek menstabilkan pada nilai tukar. Namun, ada kontroversi sehubungan dengan stabilisasi dan destabilisasi nilai tukar karena transaksi spekulatif.

Salah satu kondisi destabilisasi adalah menjual mata uang ketika lemah, mengharapkannya melemah atau membelinya ketika harga naik dengan harapan akan naik lebih banyak.

Ekonom Milton Friedman menunjukkan bahwa spekulasi dikatakan stabil, jika nilai tukar dinilai terlalu tinggi atau undervalued dan spekulasi mendorongnya ke arah keseimbangan sehingga memperkuat pergerakan pasar.

Sementara itu para pendukung nilai tukar fleksibel percaya bahwa spekulasi tidak dapat mendestabilisasi. Dengan demikian  ketika spekulan membeli mata uang ketika lemah dan menjual ketika itu mata uangnya kuat, maka itu akan stabil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here