Bagaimana Pemilu AS Mempengaruhi USD, Saham dan Emas

0
177
Pemilu AS

Pemilihan presiden AS adalah waktu yang tidak pasti untuk market dan akan memberikan dampak ekonomi termasuk USD, saham, dan gold/emas

Sebelum melihat kebijakan setiap kandidat untuk pemilu AS yang akan datang dan pengaruhnya terhadap ekonomi, penting untuk mengetahui sistem politik AS, karena seorang presiden tidak sepenuhnya bertanggung jawab untuk menentukan kebijakan ekonomi.

Amerika Serikat memiliki sistem politik bikameral, yang terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat yang secara kolektif dikenal sebagai Kongres AS. Anggota DPR menjabat selama dua tahun dan menempati 435 kursi. Senator bertugas selama enam tahun, dan menempati 100 kursi. Sekitar sepertiga kursi di Senat dipilih setiap dua tahun.

Kedua lembaga ini mewakili legislatif pemerintah dan bertanggung jawab untuk menyusun, memperdebatkan, dan pada akhirnya memberikan suara untuk menyetujui atau menolak undang-undang.

Presiden di sisi lain mewakili eksekutif pemerintah yang bertanggung jawab untuk menegakkan hukum Pemerintah Federal. Pemisahan keduanya ini merupakan bagian integral dari pemisahan kekuasaan dalam politik AS.

Cabang ketiga dan terakhir dari pemerintah AS adalah lembaga peradilan, yang bertanggung jawab untuk menafsirkan undang-undang. Pengadilan memegang pengaruh besar dalam politik Amerika  terutama Mahkamah Agung.

Bagaimana kebijakan dapat mempengaruhi ekonomi dan market

Janji kandidat presiden saat kampanye mungkin lebih sulit untuk diterapkan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun kebijakan yang diajukan oleh masing-masing kandidat saat ini mungkin mempengaruhi perekonomian, kebijakan ini belum pasti akan disetujui oleh kongres. Berikut masing-masing kebijakan utama kandidat presiden AS.

1. Kebijakan Donald Trump

Kebijakan Presiden AS Donald Trump disebut banyak analis politik dan ekonomi sebagai kebijakan proteksionis, yang merupakan sikap politik yang berusaha melindungi industri dalam negeri dari persaingan luar negeri, seringkali dengan mengenakan tarif pada impor.

kebijakan Trump telah dicirikan oleh strategi ‘America First’, yang menempatkan pabrikan dan produsen Amerika di garis depan sambil mengenakan tarif yang lebih tinggi pada perusahaan asing. Beberapa kebijakan petahana dalam pemilu kali ini meliputi:

  • Sepuluh juta pekerjaan baru dalam sepuluh bulan
  • Satu juta bisnis kecil baru
  • Potong pajak untuk meningkatkan gaji dan mempertahankan pekerjaan di Amerika
  • Memberlakukan kesepakatan perdagangan adil yang melindungi pekerjaan Amerika
  • Keringanan pajak untuk produk yang dibuat di Amerika
  • Tidak ada kontrak federal yang akan diberikan kepada perusahaan yang melakukan outsourcing ke China
  • Pangkas harga obat resep
  • Membeerikan pilihan sekolah kepada setiap anak di Amerika dan ajarkan keistimewaan Amerika di sekolah
  • Mengesahkan undang-undang untuk menerapkan batasan masa Kongres

Di bawah Trump, Dow, S&P 500 dan Nasdaq semuanya telah mencapai rekor puncak, sementara pengangguran turun ke titik terendah dalam hampir 50 tahun dengan turun menjadi 3,5% pada Januari 2020. Hal ini menempatkan Trump sebagai ‘presiden ketenagakerjaan.

2. Kebijakan Joe Biden

Joe Biden adalah kandidat dari Demokrat. Biden memperluas kebijakannya untuk menarik para pemilih. Kebijakannya merangkum banyak masalah yang saat ini dihadapi Amerika – mulai dari reformasi senjata dan epidemi hingga lingkungan.  Berikut  beberapa kebijakannya.

  • Berkomitmen untuk menaikkan upah minimum di Amerika menjadi $ 15 per jam
  • Melarang pembuatan dan penjualan senjata serbu dan magasin berkapasitas tinggi, serta beli kembali yang sudah beredar
  • Memerangi epidemi opioid dengan membuat layanan pencegahan, pengobatan dan pemulihan yang efektif tersedia untuk semua melalui investasi federal $ 125 miliar
  • Satu juta pekerjaan baru di industri otomotif Amerika
  • Memacu pembangunan 1,5 juta rumah dan unit perumahan berkelanjutan
  • Tingkatkan pajak perusahaan menjadi 28% dari level saat ini 21%
  • Menaikkan pajak bagi siapa saja yang berpenghasilan lebih dari $ 400.000 setahun,  mereka yang berpenghasilan kurang dari $ 400.000 tidak akan membayar pajak baru, yang berlaku untuk sekitar 91% orang Amerika
  • Meluncurkan upaya nasional yang bertujuan menciptakan lapangan kerja yang diperlukan untuk membangun infrastruktur energi modern dan berkelanjutan serta mewujudkan masa depan energi bersih yang adil dengan investasi $ 2 triliun
  • Mencapai emisi nol-bersih untuk seluruh AS paling lambat tahun 2050

Kebijakan Biden disesuaikan dengan kebutuhan saat ini seperti berkomitmen pada upah minimum $ 15 dan berinvestasi di infrastruktur Amerika, sekaligus meningkatkan pajak. Jadi, market mungkin melihatnya kurang menguntungkan daripada Trump, tetapi hasilnya masih harus dilihat. Perkiraan saat ini adalah paket pajak lengkap Biden akan mengumpulkan antara $ 3,5 triliun dan $ 4 triliun selama sepuluh tahun.

Dampak ekonomi dari pemilu

Secara historis, tahun-tahun pemilu telah memberikan dorongan bagi ekonomi AS, tetapi karena pandemi Covid-19 dan lockdown, tahun ini sedikit berbeda dari biasanya.

Jika melihat kebijakan Biden yang seorang Demokrat dan rencana perpajakannya, kemungkinan akan ada pendekatan antroposentris yang meningkat terhadap ekonomi yang fokusnya  lebih besar pada kebutuhan manusia daripada pendekatan yang berfokus pada bisnis dari pemerintahan saat ini. Market mungkin terlihat tidak puas dalam hal ini, terutama setelah empat tahun “persahabatan fiskal” Trump dengan elit perusahaan dan Wall Street.

Pemilu AS dan volatilitas

Pemilu AS biasanya menyebabkan peningkatan volatilitas market terutama jika hasilnya tidak pasti. Menjelang November 2020, Biden adalah kandidat utama dalam sejumlah jajak pendapat nasional. Namun perlu diingat market juga mendukung pemilihan kembali petahana, sehingga pemilihan Biden dapat menyebabkan volatilitas pasar yang lebih luas daripada stabilitas.

Namun Opini bisa berubah dengan cepat. Pada 2 September 2020, Biden berada di 50 poin dan Trump pada 49,5. Sebulan sebelumnya, Biden memimpin 60,7 dari 36,7 Trump.  Pada 11 September 2020, Biden telah mengukir kembali ke 53 melawan 46,2.

VIX  terus menurun sejak Mei 2020, tetapi mulai melonjak menjelang akhir Agustus dan awal September. Ini adalah indikator yang mungkin bahwa market gelisah seputar hasil pemilu  pada bulan November, dan prospek kemenangan Biden.

Reaksi market terhadap pemilu AS

USD

Dolar AS dapat melemah jika Biden menang, karena Biden secara luas dipandang kurang fokus pada market daripada Trump. Namun, jika market utama jatuh karena kemenangan Biden, USD rally dalam jangka pendek karena investor beralih ke USD dan statusnya sebagai tempat berlindung.

Saham

Kemenangan Biden dapat menyebabkan ketidakpastian market meningkat, terutama karena Trump telah mengarahkan kebijakannya ke market saham dan penciptaan lapangan kerja.   Namun kebijakan Biden tentang lingkungan, layanan publik, dan infrastruktur dapat membuka pangsa seperti energi terbarukan, industri, dan material meningkat.

Emas

Jika Biden menang, harga emas bisa naik karena kebijakan pajaknya dan kemungkinan stimulus yang bisa diberikannya kepada ekonomi AS. Kebijakan fiskal Biden, yang diarahkan pada utang yang lebih besar, juga dapat memberikan dorongan bagi logam mulia karena investor beralih ke emas sebagai tempat berlindung untuk menyimpan modal hingga market menjadi lebih pasti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here