Pendekatan dasar indikator Bollinger Bands dalam trading

0
14
trading forex

Penjelasan indikator Bollinger bands

Pada awal 1980-an, John Bollinger menggunakan teknik yang sangat popular yang disebut sebagai sinyal kuat atau bisa disebut indikator Bollinger Bands yang mudah untuk di baca bag para trader. Hingga saat ini, indikator ini masih digunakan dan merupakan indikator tepat dalam transaksi di pasar baik itu pasar saham atau forex.

Bagaimana cara membaca indikator Bollinger bands

Bollinger Bands terdiri dari tiga garis yang diplot terkait harga saat ituyang berbentuk pita. Garis pita yang berada di tengah biasanya Simple Moving Average (SMA) yang ditetapkan untuk periode 20 hari (Jenis garis tren dan periode dapat diubah sendiri oleh trader dan mereka akan melihat garis ini sebagai penentu arah harga; namun 20 hari merupakan MA yang sejauh ini paling populer). SMA kemudian berfungsi sebagai basis untuk pita atas dan pita bawah. Pita atas dan Bawah digunakan sebagai cara untuk mengukur volatilitas dengan mengamati hubungan antara pita dan harga.

Ini settingan biasa yang digunakan trader untuk indikator Bollinger bands terlampir di bawah ini.

Pendekatan dasar indikator Bollinger Bands dalam trading

Rumus perhitungan indikator Bollinger Bands

Pita Atas = Pita tengah + 2 standar deviasi

Pita Tengah = Rata-rata bergerak periode 20 hari (sebagian besar paket charting menggunakan SMA seperti yang sudah disebutkan di atas)

Pita Bawah = Pita Tengah- 2 standar deviasi.

Cara membaca indikator Bollinger bands dalam transaksi

Dengan cara yang mudah, kita membaca arah pergerakan harga dalam indikator Bollinger bands ini adalah sebagai berikut. Apabila harga sudah melewati pita tengah (SMA 20) dan naik menuju pita atas maka alangkah baiknya kita melakukan OP sell pada harga tersebut. Karena setelah menyentuh pita atas, harga biasanya akan menuju ke bawah.

Begitu pun sebaliknya, apabila harga sudah melewati SMA 20 dan menyentuh pita bawah, maka trader akan mengeksekusi transaksi untuk beli (buy). Saat tersebut terlihat mudah untuk dibaca serta di analisa.

Nah, sebaiknya dalam menggunakan indikator Bollinger bands ini menggunakan timeframe yang tepat. Karena semakin timeframe kecil, keputusan trader untuk transaksi dalam pasar akan semakin valid.

Kemungkinan adanya breakout harga pada indikator Bollinger bands

Breakout harga pada indikator Bollinger bands ini sangat mungkin terjadi, bagaimana membaca nya?

Seorang trader dapat melakukan transaksi OP BUY ketika harga menembus di atas Bollinger Band setelah periode konsolidasi harga. Indikator konfirmasi lainnya kemungkinan akan digunakan oleh trader, seperti mencari garis resistensi yang akan ditembus.

Begitu pun sebaliknya seorang trader besar kemungkinannya akan melakukan OP SELL ketika harga break di bawah lower Bollinger Band. Seorang trader biasanya akan menggunakan indicator lainnya untuk lebih mengecek analisanya secara valid dalam penentuan OP dan bisa mengkonfirmasi analisanya sebagai menentukan arah dan harga pasar sehingga ketika melakukan eksekusi pasar, trader akan menimalisir resiko yang terjadi. Bollinger Bands juga dapat digunakan untuk menentukan arah dan kekuatan tren.

John Bollinger membuat aturan terkait dengan indikator Bollinger bands ini, 10 diantaranya yang bisa kita kaji sedikit adalah sebagai berikut

1. Bollinger Bands memberikan definisi relatif tinggi dan rendah. Menurut definisi harga tinggi di pita atas dan rendah di pita bawah.

2. Definisi relatif itu dapat digunakan untuk membandingkan tindakan harga dan tindakan indikator untuk sampai pada keputusan pembelian dan penjualan yang ketat.

3. Indikator yang tepat dapat diturunkan dari momentum, volume, sentimen, minat terbuka, data antar pasar, dll.

4. Jika lebih dari satu indikator digunakan, indikator tidak boleh berhubungan langsung satu sama lain. Misalnya, indikator momentum mungkin berhasil melengkapi indikator volume, tetapi dua indikator momentum tidak lebih baik dari satu.

5. Bollinger Bands dapat digunakan dalam pengenalan pola untuk menentukan / mengklarifikasi pola harga murni seperti atasan “M” dan bawahan “W”, pergeseran momentum, dll.

6. Tag dari band hanya itu, tag bukan sinyal. Tag Bollinger Band atas BUKAN merupakan sinyal jual. Tag dari Bollinger Band yang lebih rendah BUKAN merupakan sinyal pembelian.

7. Dalam tren pasar, harga dapat, dan memang, naik ke atas Bollinger Band dan turun ke Bollinger Band yang lebih rendah.

8. Penutup di luar Bollinger Bands pada awalnya adalah sinyal lanjutan, bukan sinyal pembalikan. (Ini telah menjadi dasar bagi banyak sistem penembusan volatilitas yang berhasil.)

9. Parameter default dari 20 periode untuk rata-rata bergerak dan perhitungan standar deviasi, dan dua standar deviasi untuk lebar pita hanya itu, default. Parameter aktual yang diperlukan untuk pasar / tugas tertentu mungkin berbeda.

10. Rata-rata digunakan sebagai Bollinger Band tengah seharusnya tidak menjadi yang terbaik untuk crossover. Sebaliknya, itu harus deskriptif tren jangka menengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here