Profit & Loss Bangkrut Karena COVID-19

0
273
Profit & Loss

Setelah menyampaikan berita terbaru, analisis terperinci, dan peristiwa yang terjadi di dunia forex lebih dari dua dekade, Profit & Loss mengumumkan tentang penghentian operasinya.

Pendiri & CEO Julie Ros mengatakan lockdown Covid-19 telah menjadi salah satu pembunuh utama. Hal ini telah menempatkan bisnis acara internasional perusahaan pada posisi yang tidak dapat dipertahankan dan tidak bisa pulih ke tingkat sebelum krisis.

Dia mengatakan majalah itu selalu bertahan di masa-masa sulit, tetapi langkah-langkah yang diambil untuk memperlambat penyebaran COVID-19 telah menghancurkan banyak bisnis dan secara umum mengganggu industri dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Profit & Loss telah melewati banyak badai selama 21+ tahun terakhir, termasuk ledakan gelembung teknologi pada 2001-2002, market yang tertekan setelah 9-11, dan krisis keuangan global 2008-2009, tetapi kondisi global saat ini dan yang sedang berlangsung  telah menimbulkan tantangan bagi bisnis acara internasional kami yang melebihi kemampuan kami untuk terus beroperasi, ”kata Ros.

Banyak penyelenggara menunda konferensi mereka hingga tahun depan. Yang lainnya, termasuk Profit & Loss , mencari cara berbeda untuk melanjutkan bisnisnya. Solusi utama beralih ke acara virtual dan pertemuan online. Tampaknya, ini bukannya tanpa tantangan.

Bahkan dengan fakta banyak sponsor menyukai ide untuk berkolaborasi, membangun jaringan dengan pelanggan potensial mereka secara online, itu tidak berarti bahwa pendapatan penyelenggara akan cukup untuk mencapai titik impas atau membayar penuh tagihan.

“Seperti yang diketahui oleh pembaca reguler kami, ketika kami tidak dapat mengadakan acara langsung tahun ini, kami beralih ke virtual. Meskipun ini terbukti populer – setiap acara memiliki antara 200-600+ pendaftar  sebagai perusahaan kecil dan independen, basis pendapatan acara virtual yang jauh lebih rendah tidak dapat menopang bisnis memasuki tahun 2021. Dengan ketidakpastian tentang masa depan yang akan datang, perusahaan tutup pada 31 Oktober. ”

Julie Ros mendirikan Profit & Loss pada tahun 1999, yang hingga saat ini telah menerbitkan majalah cetak dua kali setahun, mengoperasikan brand berita dan event online. Saat menjalankan Profit & Loss dan mengelola tim yang berlokasi di Inggris, AS, dan Australia, Julie juga meluncurkan beberapa publikasi baik cetak maupun online.

Selama karirnya yang panjang sebagai jurnalis yang meliput market forex sejak 1989, dia juga mengembangkan hubungan dengan eksekutif senior di bank internasional, perusahaan investasi, bursa, bank sentral dan badan pengatur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here