Mau Trading Minyak Mentah? Yuk Kenali 6 Fakta Dasar Komoditas Ini

0
24
trading minyak mentah

Sebelum kita melakukan trading minyak mentah, bagaimana jika meluangkan waktu sejenak mengenal lebih dekat komoditas berharga ini.

Yup! minyak mentah bisa dikatakan sebagai sumber energi utama ekonomi dunia dan menjadikan trading minyak mentah begitu penting dilakukan. Minyak mentah selain sebagai sumber energi utama, juga menjadi tulang punggung transportasi serta pembangkit listrik yang memberi tenaga hampir di setiap aspek kehidupan manusia.

Mengapa minyak mentah begitu berharga? Sebelum Revolusi Industri, bahan pokok pertanian seperti jagung dan gandum menguasai pasar komoditas. Namun sekarang, trading minyak mentah dan turunannya adalah komoditas yang paling aktif diperdagangkan di dunia.  

Jika anda menganggap minyak mentah terutama sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mobil, kereta, jet, dan kapal saja, anda hanya melihat sepotong kecil kegunaannya. Minyak juga menjadi komponen utama dalam pembuatan plastik tekstil sintetik (akrilik, nilon, spandex, poliester), kosmetik dan masih banyak lagi.

1. Negara Penghasil Minyak Mentah

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah negara penghasil minyak terbesar di dunia dengan rata-rata 17,87 juta barel per hari, yang merupakan 18% dari produksi dunia. Produksinya naik dari 15,6 juta barel pada 2017. AS telah memegang posisi teratas selama beberapa tahun terakhir. AS mengambil alih posisi Rusia pada 2012 di posisi No. 2 dan melampaui mantan pemimpin Arab Saudi pada 2013 untuk menjadi produsen minyak top dunia.

2. Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi berkontribusi 12,42 juta barel perhari dan mewakili 12% dari total produksi dunia. Arab Saudi adalah satu-satunya anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang masuk dalam daftar ini. Menurut The World Factbook, sektor minyak bumi menyumbang sekitar 42% dari produk domestik bruto (PDB) negara itu, 87% dari pendapatan anggarannya dan 90% dari pendapatan ekspor. Ladang minyak utama Arab Saudi meliputi Ghawar, Safaniya, Khurais, Manifa, Shaybah, Qatif, Khursaniyah, Zuluf, dan Abqaiq.

3. Rusia

Rusia tetap menjadi salah satu produsen minyak top dunia dengan rata-rata 11,4 juta barel setiap harinya pada tahun 2018, menyumbang 11% dari total produksi dunia. Wilayah utama produksi minyak Rusia adalah Siberia Barat, Volga-Ural, Krasnoyarsk, Sakhalin, Republik Komi, Arkhangelsk, Irkutsk, dan Yakutiya. Sebagian besar produksi berasal dari ladang Priobskoye dan Samotlor di Siberia Barat.

4. Kanada

Kanada memegang posisi penting sebagai negara produsen minyak terkemuka dunia, dengan produksi rata-rata 5,27 juta barel setiap harinya pada tahun 2018, menyumbang 5% dari produksi global.

Menurut EIA International Energy Outlook 2019, produksi Kanada dapat berlipat ganda pada tahun 2050, naik 126%, melampaui pertumbuhan dari negara-negara non-OPEC lainnya. Sumber utama produksi minyak Kanada adalah di Alberta, Sedimentary Basin Kanada Barat, dan ladang lepas pantai Atlantik.

2. Jenis Minyak Mentah

Meskipun market untuk minyak bersifat global, trading minyak mentah terpusat di beberapa daerah utama. Minyak mentah memiliki karakteristik yang sedikit berbeda, biasanya disebut viskositas (light dan heavy) dan kandungan belerang (sweet dan sour).  Jenis minyak yang paling sering dijual di pasar berjangka adalah minyak mentah dari AS yang biasa disebut dengan USOIL atau West Texas Intermediate (WTI) Crude Oil. Dan minyak mentah dari UK yang biasa kita sebut dengan UKOIL atau Brent Crude Oil.

1. Brent Crude Oil

Sebagian besar harga minyak global menggunakan Brent Crude Oil sebagai patokan. Brent Crude Oil diproduksi ladang minyak di Laut Utara antara Kepulauan Shetland dan Norwegia. Brent Crude terdiri dari Brent Blend, Forties Blend, Oseberg, dan minyak mentah Ekofisk.

Penanda minyak Brent Crude juga dikenal sebagai Brent Blend, London Brent dan minyak bumi Brent. Brent digunakan untuk menentukan harga dua pertiga dari pasokan minyak yang diperdagangkan secara internasional di dunia.

2. West Texas Intermediate (WTI)

Minyak West Texas Intermediate atau Texas light sweet sedikit lebih sweet dan sour dari Brent. West Texas Intermediate juga digunakan sebagai patokan dalam penentuan harga minyak. WTI adalah komoditas yang mendasari kontrak minyak berjangka di Chicago Mercantile Exchange. Harga WTI sering dirujuk dalam laporan berita pada harga minyak, di samping harga minyak Brent dari Laut Utara.

3. Berapa Banyak Minyak Yang Digunakan Per Hari?

Pada 2019, rata-rata untuk orang di Amerika Serikat menggunakan sekitar tiga galon produk minyak bumi per hari. Satu barel minyak mentah 42 galon menghasilkan sekitar 45 galon minyak bumi. Dari jumlah ini, sebagian besar digunakan untuk menciptakan berbagai jenis sumber bahan bakar dengan sekitar 13% akan menghasilkan produk konsumen.

4. Apa yang Mempengaruhi Harga Minyak?

Dalam istilah finansial, minyak adalah komoditas “fungible”, yang berarti bahwa kadar minyak tertentu identik untuk tujuan trading minyak, di mana pun diproduksi. Misalnya, kontrak untuk 1.000 barel minyak mentah WTI akan menjadi produk yang sama apakah minyak itu diekstraksi di Texas atau North Dakota.

Penawaran dan permintaan. Seperti halnya semua komoditas, penawaran dan permintaan memainkan peran penting dalam penetapan harga minyak. Namun, banyaknya sumber minyak global dan kemudahan pergerakan minyak di seluruh dunia membuat beberapa tekanan harga minyak. Sifat global minyak juga cenderung membatasi pengaruh produsen minyak tertentu.

5. Pola Konsumsi Minyak Mentah

Pada tahun 2019, International Energy Agency (IEA) memperkirakan peningkatan permintaan global untuk minyak mentah karena populasi dunia yang meningkat. Selain itu juga peningkatan konsumsi energi di negara-negara berkembang dan pertumbuhan dalam industri transportasi, petrokimia, dan penerbangan.

Meskipun negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengurangi konsumsi minyak transportasi berdasarkan per-kendaraan, armada mobil yang tumbuh di negara-negara berkembang jauh melampaui pengurangan kecil tersebut.

Peristiwa global dan peristiwa tak terduga juga berdampak pada harga minyak mentah, baik naik atau turun. Setelah revolusi Iran pada akhir 1970-an, harga minyak naik tajam. Wabah pandemi COVID-19 pada tahun 2020 membuat harga minyak mentah anjlok ke harga negatif per barel. IEA memperkirakan konsumsi minyak mentah akan jauh lebih rendah di tahun 2020.

6. Mata Uang yang Rentan Dipengaruhi

Mata uang suatu negara dapat naik dan turun dengan setiap perubahan dalam pasokan atau harga minyak. Pergolakan di timur tengah khususnya, dapat berdampak serius pada harga minyak dan mata uang. Dan beberapa mata uang yang rentan terhadap penurunan harga termasuk:

Dolar Kanada. Kanada adalah produsen minyak terbesar di dunia dan sekitar 14% dari total ekspornya adalah minyak, menyumbang 5% dari produksi global. Hal ini membuat sangat tergantung pada produksi minyak dan nilai mata uangnya terkait erat dengan harga minyak.

Rubel Rusia. Ekonomi Rusia sangat bergantung pada produksi energi yang mencapai hampir 70% dari pendapatan ekspornya. Ketergantungan yang tinggi ini membuat Rubel dipengaruhi dengan cadangan minyak.

Krone Norwegia. Ekonomi Norwegia sangat membutuhkan ekspor minyak mentah, yang menyumbang lebih dari 20% dari pendapatan ekspornya.

Mata uang lain yang berisiko termasuk Real Brasil dan Peso Kolombia. Meskipun AS adalah penghasil dan pengekspor utama minyak mentah, ekonominya cukup beragam untuk dapat menyerap sebagian besar fluktuasi harga minyak.

Oh iya, mekanisme trading minyak mentah (crude oil) sama dengan mekanisme trading forex hanya saja yang membedakan adalah obyek yang diperdagangkan. Jika ingin segera trading minyak mentah? anda bisa mencari broker yang cocok dengan tidak lupa memperhatikan fasilitas yang ditawarkan. Membuka akun, deposit dana, dan kemudian melakukan transaksi trading minyak mentah (crude oil).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here