Apa itu Stop-loss dan Bagaimana Menggunakannya dalam Trading

0
162
Stop-loss

Menetapkan order stop-loss adalah salah satu tindakan terpenting dan wajib saat melakukan trading forex. Bagaimana tidak, order ini harus diperhatikan mengingat trading forex melibatkan modal dan modal itu harus dijaga dengan benar dengan strategi yang tepat supaya trader tidak mengalami kerugian.

Definisi Stop-loss

Stop-loss adalah order yang diatur untuk melindungi trader dari kerugian dalam transaksi tertentu. Jika harga bergerak ke arah yang salah dari pergerakan yang diharapkan trader dan trading menjadi tidak menguntungkan, order ini dapat membantu menyelamatkan modal.

Ketika harga mencapai level stop-loss, transaksi ditutup secara otomatis, trader dapat menyimpan semua sisa modalnya dan dapat mulai mengembangkan rencana pengembalian modal yang hilang.

Seorang trader sendiri menetapkan level order ini sebelum membuka trading. Order ini selalu terikat pada harga tertentu. Misalnya, jika membuka EUR\USD untuk membeli pada harga 1,2500, maka stop-loss dapat ditetapkan pada level 1,2490. Artinya jika harga turun, dan trader mulai mengalami kerugian, maka kerugian maksimal 10 poin.

Setelah itu, transaksi akan ditutup, dan trader dapat membuat trading baru. Misalnya membuka transaksi untuk dijual, jika tren penurunan harga terus berlanjut.

Mengapa menggunakan order ini dalam trading

Order ini harus ditetapkan demi meminimalkan dan mengontrol kemungkinan kerugian selama trading. Stop-loss membantu mengurangi kerugian seminimal mungkin, yang memungkinkan trader untuk dengan cepat mengkompensasi modal yang mungkin hilang.

Order ini dapat diatur baik pada saat membuka transaksi atau nanti. Namun lebih baik melakukan stop order segera karena terkadang harga bisa melakukan lompatan tajam dan bergerak 20-30 poin hanya dalam beberapa detik.

Jika lompatan seperti itu terjadi dalam arah berlawanan dari yang diharapkan trader, stop-loss akan mengurangi kerugian. Jika fluktuasi harga yang tajam terjadi segera setelah pembukaan transaksi, di mana order tidak ditetapkan sebelumnya (misalnya, trader memutuskan untuk melakukannya nanti), dana akan sampai batas tertentu dan tidak berdaya.

Bagaimana menghitung Stop-loss

Ada banyak cara menghitung stop-loss untuk setiap transaksi tertentu. Dalam kebanyakan strategi trading profesional, sudah tertulis, dalam kondisi apa dan pada jarak berapa dari harga pembukaan transaksi, order ini harus ditetapkan.

Tapi ada juga satu aturan yang direkomendasikan untuk semua trader, khususnya untuk trader pemula. Aturannya setiap kerugian dalam setiap transaksi tidak boleh melebihi 2% dari total modal. Berdasarkan ini, anda dapat menghitung stop-loss.

Misalnya, seorang trader memiliki modal 10.000 dolar dan membuka transaksi EUR/USD dengan volume 1 lot. Perhitungannya sebagai berikut:

1 lot EUR / USD = 100 000 EUR, satu titik pergerakan harga akan “menelan” 10 dolar.
2% dari modal seorang trader adalah 200 dolar.
200/10 = 20. Jadi, seorang trader dapat melakukan “drawdown” maksimum 19 poin sebelum secara paksa menutup transaksi dan memperbaiki minus. Stop order harus ditempatkan pada jarak 20 poin dari harga pembukaan transaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here