3 Cara Memahami MACD

0
11
MACD

MACD adalah salah satu indikator yang paling populer dan banyak digunakan untuk trading forex. Fungsi dasar dari indikator Moving Average Convergence Divergence adalah untuk menemukan tren baru dan membantu mengidentifikasi akhir tren saat ini.

Indikator MACD biasanya ditempatkan di bagian bawah grafik perdagangan, di jendela terpisah, di bawah grafik harga.

Moving Average Convergence Divergence adalah trading tools yang relatif mudah digunakan, namun sangat penting untuk memahaminya sebelum mencoba trading menggunakan indikator ini. Sebelumnya mari kita lihat struktur dari indikator trading ini.

1. Struktur Indikator MACD

Indikator ini terdiri dari tiga komponen. Ada dua garis dan histogram.

MACD Line – Garis MACD adalah garis yang lebih cepat pada indikator. Karena bereaksi lebih cepat dan lebih sensitif, garis ini biasanya bergerak di atas dan di bawah baris kedua indikator.

MACD Signal Line – Garis sinyal MACD adalah baris kedua dari indikator MACD. Ini disebut garis sinyal, karena menghasilkan sinyal MACD dasar.

Histogram MACD – Histogram MACD  mewakili perbedaan antara garis MACD dan garis sinyal. Semakin besar jarak antar garis, semakin tinggi garis yang akan ditampilkan oleh histogram MACD

2. Setting Indikator MACD

Pada sebagian besar platform trading, indikator MACD biasanya dilengkapi dengan parameter default 26, 12, dan 9.

Huruf “12” dan “26” saling terkait. Kedua angka ini berkaitan dengan perhitungan garis MACD yang lebih cepat. Struktur garis MACD hadir dengan menghitung Exponential Moving Average (EMA) 12 periode pada price action dan kemudian mengurangi Exponential Moving Average 26 periode dari hasilnya. Perbedaan antara kedua EMA memberi anda nilai garis yang lebih cepat.

Angka “9” berasal dari kalkulasi garis yang lebih lambat alias garis sinyal. Garis ini adalah produk dari Exponential Moving Average 9 periode yang diplot pada garis MACD yang lebih cepat. Inilah sebabnya mengapa garis sinyal lebih lambat daripada garis MACD,  karena ini adalah versi garis MACD yang lebih halus.

3. Sinyal Indikator MACD

Meskipun indikator MACD hanya terdiri dari tiga komponen (dua garis dan histogram), indikator ini dapat memberikan banyak sekali sinyal. Setidaknya ada enam sinyal dasar MACD.

MACD Crossover

MACD Crossover melibatkan interaksi antara dua garis MACD. Garis MACD lebih cepat daripada garis sinyal, dan biasanya akan melintasi di atas dan di bawah garis sinyal yang lebih lambat.

Crossover MACD Bullish –  Crossover MACD bullish ketika garis MACD melintasi garis sinyal yang lebih lambat ke arah bullish. Tindakan ini menghasilkan sinyal bullish pada grafik, yang menyiratkan bahwa harga mungkin akan mulai naik.

Crossover MACD Bearish – Crossover MACD Bearish berlawanan dengan crossover MACD bullish. Ketika garis MACD melintasi garis sinyal ke arah bearish, kita mengalami perpotongan bearish. Ini mengisyaratkan bahwa price action mungkin memasuki pergerakan bearish.

Divergensi MACD

Salah satu kegunaan terbaik dari MACD dalam trading forex adalah dalam mengidentifikasi sinyal divergensi. Ketika proce action ada grafik dan arah MACD dalam kontradiksi, ini memberi petunjuk bahwa harga cenderung berubah arah.

Divergensi MACD Bullish – Divergensi MACD bullish terjadi ketika price action bergerak ke bawah dan MACD menunjukkan dasar yang lebih tinggi. Dalam hal ini, indikator MACD memberi kita sinyal bullish yang kuat. Sangat sering kita akan melihat harga memulai pergerakan ke atas yang kuat setelah divergensi bullish dengan MACD.

Bearish MACD Divergence – Bearish MACD divergence terjadi ketika price action meningkat dan garis MACD menciptakan puncak yang lebih rendah. Divergensi bearish oleh MACD mengisyaratkan bahwa harga mungkin memulai pergerakan bearish. Dalam banyak kasus, kita akan melihat pergerakan bearish yang cepat setelah divergensi MACD bearish.

MACD Overbought / Oversold

Indikator MACD juga dapat memberikan sinyal overbought / oversold.

MACD Overbought – MACD overbought ketika garis MACD mendapatkan jarak yang relatif jauh dari garis sinyal. Dalam kasus seperti itu, diperkirakan pergerakan bullish akan habis setelah kenaikan yang kuat dan pergerakan bearish akan muncul.

MACD Oversold – Sinyal MACD oversold berlawanan dengan sinyal overbought. Ketika garis MACD memperoleh jarak bearish yang relatif dari garis sinyal, maka anda mendapatkan sinyal MACD yang oversold.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here