Tambahkan Lot Trading Anda Dengan Menggunakan Indikator Stochastic

0
48
Trading dengan menggunakan indikator stochastic
Trading yang tepat dan maksimal dengan menggunakan Tambahkan Lot Trading Anda Dengan Menggunakan Indikator Stochastic

Dalam trading di dalam pasar forex, indikator stochastic ini sangat di gemari penggunaannya dalam sinyal OP apakah itu Buy atau Sell. Indikator Stochastic telihat mirip dengan indikator RSI, tapi sebelum membahas lebih dalam, mari kita ketahui tentang indikator ini.

Indikator Stochastic lebih dikenal sebagai indikator momentum untuk menentukan support dan resistance dalam suatu pair mata uang di pasar forex. Penentuan OP dalam trading untuk indikator stochastic ini adalah ketika harga mencapai titik jenuh dalam pencapaiannya, yaitu overbought dan/atau oversold. Pada titik jenuh ini, merupakan momen para trader dalam memasukin trading dan mencapai profit yang diinginkan secara maksimal. Bagaimana kita bisa mengetahui harga tersebut sudah mencapai titik jenuh, kita akan melihat dari chart ini.

Cara kerja indikator stochastic dalam trading

Indikator ini bekerja berdasarkan teori berikut:

Apabila tren naik, harga akan tetap sama atau di atas harga penutupan sebelumnya.

Pada saat tren turun, harga kemungkinan akan tetap sama atau di bawah harga penutupan sebelumnya.

Selama trader mengikuti rules yang sudah dirumuskan oleh indikator stochastic ini, keuntungan yang berlipat ganda akan anda dapatkan dengan tepat.

Salah paham pada analisa overbought dan oversold adalah salah satu masalah dan kesalahan terbesar dalam perdagangan. Kami sekarang akan melihat ekspresi itu dan mempelajari mengapa tidak ada yang overbought atau oversold.

Indikator Stochastic tidak selalu menunjukkan harga jenuh jual (overbought) atau jenuh beli (oversold)

Indikator ini lebih menunjukkan momentum harga pada saat pasar sedang berlangsung. Secara umum, trader akan mengatakan bahwa Stochastic lebih dari 80 berarti bahwa harga sudah overbought dan ketika Stochastic di bawah 20, harga dianggap oversold. Dan apa yang trader biasanya pahami adalah bahwa pasar oversold memiliki peluang tinggi untuk naik dan sebaliknya. Tapi perlu diketahu lebih lanjut untuk sinyal seperti harus di analisa lebih dalam, karena itu hanya merupakan momentum harga saja.

Bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Tambahkan Lot Trading Anda Dengan Menggunakan Indikator Stochastic
indikator stochastic yang menunjukan overbought dan oversold

Seperti yang telah kita lihat di atas, ketika Stochastic berada di atas 80 itu berarti trennya kuat dan menunjukan bahwa ia overbought dan cenderung berbalik. Stochastic tinggi menunjukkan bahwa harga mampu menutup dekat bagian atas dan terus mendorong lebih tinggi. Tren di mana Stochastic akan bertahan di atas angka 80 untuk waktu yang lama menandakan bahwa momentum tinggi dan bukan bahwa Anda harus bersiap-siap untuk melakukan entry trading (OP).

Gambar di bawah ini menunjukkan perilaku Stochastic dalam tren naik dan turun yang lama. Dalam kedua kasus, Stochastic memasuki “overbought” (di atas 80), “oversold” (di bawah 20) dan akan stay pada area di sana selama beberapa waktu, sementara tren terus berlangsung. Sekali lagi, keyakinan bahwa Stochastic menunjukkan oversold / overbought adalah salah dan anda akan dengan cepat mengalami masalah ketika trading dengan cara ini. Nilai Stochastic yang tinggi menunjukkan bahwa tren memiliki momentum yang kuat dan BUKAN bahwa itu overbought.

Tambahkan Lot Trading Anda Dengan Menggunakan Indikator Stochastic
indikator stochastic yang menunjukan momentum

Perlu diingat bahwa Stochastic dapat tetap di atas area 80 atau di bawah 20 untuk jangka waktu yang lama, jadi hanya karena indikator mengatakan “overbought” tidak berarti Anda harus menjual secara membabi buta!

Hal yang sama jika Anda melihat “oversold”, itu tidak berarti Anda harus secara otomatis mulai membeli. Jadilah trader yang bijak, apabila di laksanakan dengan tepat makan profit yang akan raih akan dapat di dapat dengan maksimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here