USD/JPY, Apakah Inflasi Jepang Bergerak naik?

0
324
USD/JPY

USD/JPY telah memulai minggu ini dengan catatan positif. Di awal sesi Amerika Utara, pasangan ini diperdagangkan pada 104,99, naik 0,27%.

Inflasi Jepang berada pada level rendah selama bertahun-tahun, tetapi Bank of Japan mempertahankan target inflasi di sekitar dua persen. Keputusan ini dibuat dengan tujuan ini tidak realistis kecuali perekonomian menunjukkan peningkatan yang besar.

Meski demikian, masih ada berita positif dari Indeks Harga Produsen Jasa di bulan September yang naik 1,3 persen. Ini naik dari 1% dan menandai level tertinggi sejak Maret.

Pada hari Selasa, akan ada berita Inflasi Inti BoJ, yang merupakan indikator inflasi pilihan bank sentral. Indeks telah tertahan di nol selama dua bulan terakhir, dan pembacaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan dorongan pada yen Jepang.

Sementara itu, konsumen Jepang tetap tidak terkesan dengan kondisi ekonomi, karena penjualan ritel menurun selama enam bulan berturut-turut.

Tingkat penurunan turun menjadi 1,9% di bulan Agustus, setelah pembacaan -2,8% sebelumnya. Namun, analis bersiap untuk September yang suram, dengan perkiraan -7,5 persen.

Jepang telah berhasil menahan virus Covid-19 lebih baik daripada kebanyakan negara lainnya. Pada saat yang sama, prospek ekonomi tetap suram karena Jepang sangat bergantung pada permintaan global untuk ekspornya. Selama Covid-19 berlanjut dan membebani pertumbuhan ekonomi global, pemulihan Jepang sendiri kemungkinan akan lambat.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kehilangan pekerjaan dan kebangkrutan yang akan menekan sistem keuangan negara. Selain itu, sentimen investor dapat memburuk terkait dengan ekonomi Jepang, yang juga dapat membuat yen Jepang kurang menarik bagi investor internasional.

USD/JPY support di 104.73, diikuti oleh support di 104.52. USD/JPY sedang menguji resistan 104,91. Garis resistance berikutnya ada di 105,12

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here